Rabu, 17 Juni 2026

.

 Ada banyak kesalahan yang bisa diperbaiki dengan kata "maaf".

Tapi ada beberapa yang tetap tinggal di kepala, bahkan setelah maaf itu diterima.

Semalam, gw bikin lo nangis.

Dan jujur, dari semua hal yang terjadi, itu yang paling susah gw maafin dari diri gw sendiri.

Bukan karena air mata itu dramatis. Bukan karena gw takut kehilangan lo. Tapi karena untuk pertama kalinya, gw ngelihat secara langsung kalau perkataan dan tindakan gw bisa jadi alasan seseorang yang gw peduli merasa sesakit itu.

Yang terus terulang di kepala gw bukan pertengkarannya.

Tapi momen ketika gw sadar kalau orang yang biasanya gw cari untuk bikin hari gw lebih baik, justru harus nangis karena ulah gw.

Rasanya nggak enak.

Nggak enak banget.

Kadang kita terlalu sibuk membela diri sampai lupa kalau ada hati orang lain yang lagi terluka di depan kita. Terlalu fokus menjelaskan maksud kita, sampai nggak sadar kalau dampaknya jauh lebih besar dari yang kita kira.

Dan semalam gw belajar itu dengan cara yang paling menyakitkan.

Gw nggak bisa muter waktu.

Gw nggak bisa menghapus air mata yang sudah jatuh.

Gw juga nggak bisa minta lo langsung percaya kalau gw bakal berubah hanya karena gw bilang begitu.

Yang bisa gw lakuin cuma mengakui kalau gw salah.

Salah karena nggak cukup hati-hati.

Salah karena nggak cukup dewasa menghadapi keadaan.

Dan salah karena bikin seseorang yang nggak pantas disakiti harus menanggung rasa sedih yang datang dari gw.

Kalau ada satu hal yang pengen gw ulang terus sampai diri gw sendiri hafal, itu adalah janji ini:

Gw nggak mau ngulangin hal yang sama lagi.

Bukan karena gw takut lo pergi.

Tapi karena gw nggak mau jadi alasan di balik air mata orang yang begitu berarti buat gw.

Mungkin maaf nggak akan langsung memperbaiki semuanya.

Mungkin kepercayaan perlu waktu buat pulih.

Tapi mulai hari ini, gw pengen buktiin lewat sikap, bukan sekadar kata-kata.

Karena penyesalan terbesar gw bukan pertengkaran semalam.

Penyesalan terbesar gw adalah menyadari bahwa semalam, ada seorang perempuan yang menangis...

dan alasannya adalah gw.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar