Langit senja seakan menelan semesta, hembusan angin memeluk erat tubuh gue hingga ke pori-pori. Gue duduk di loteng rumah, meninggalkan secercah harapan untuk masa depan yang tak ada setanpun yang tau, Selama ini hidup gue cuma diam, berfikir, dan membaca. dan terus berfikir membuat gue merasa lapar setiap saat. namun semakin hari gue semakin lupa tujuan awal gue ngapain ke Surabaya, gue hanya mengikuti hawa nafsu dan ego. berharap dunia tunduk terhadap semua kemauan gue, naif? ya memang.
Sudah bertahun-tahun gue hidup sendiri, atau memang ingin menyendiri? Orang lain seakan lupa, kalo gue ini masih hidup. bahkan keluarga tidak pernah mencoba untuk menghubungi, atau memang gue yang ga ingin dihubungin?
Jesseh kini sibuk dengan dunianya, dengan cowok yang mungkin lebih baik dari gue, dan menjelang UN yang memeras otak dan membuang banyak waktu hanya untuk belajar. dan gue? gue cuma lontang lantung menghabiskan waktu untuk memikirkan hal yang tak mungkin untuk gue gapai ataupun gue raih jawabannya. Hahaha
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setelah malam tadi gue tertidur sesudah menyantap sepiring rujak cingur dan Es apalah namanya, gue tidur, dan gue bangun di sore hari. lalu gue bergegas untuk membongkar tas dan mencari peralatan mandi untuk mandi. setelah mandi, gue menuju meja makan karena perut sudah meronta-ronta minta diisi ulang, pendeknya lapar. Mungkin sudah sekitar 10 jam lebih gue belum menyentuh nasi semenjak sarapan terakhir gue tadi malam.
Saat gue sedang makan, dan menonton acara TV, terdengar bunyi bel yang menggema ke seisi ruangan, gue sendiri bingung siapa yang dateng sesore ini karena gue sendiri baru dateng hari ini. Oh! gue inget, kalo mak Kas mau dateng lagi, gue lalu bergegas untuk ke gerbang dan membukakan gerbang.
Alangkah terkejutnya gue, ternyata yang datang bukanlah Mak Kas, melainkan sosok wanita cantik, yang gue sendiri sepertinya kenal, dan ga asing. tapi gue lupa. lalu gue bertanya kepada wanita tsb
"Maaf mbak, cari siapa ya?" gue bertanya dengan muka bingung.
"Gak usah etok-etok gak ileng mbek aku kon" (gausah pura-pura ga inget kamu) wanita tsb langsung masuk dan duduk di sofa.
gue? gue cuma heran. ini siapa? kok seenaknya masuk rumah gue? persetan, gue gatau siapa dia. bergegas gue menutup pintu dan masuk, lalu duduk didepan dia.
"Lo siapa? seenaknya masuk rumah orang" gue bertanya lagi.
"Aby!! kon saiki ngondek a? kok enek parfum cewek iki, wah kon lapo?" (aby, kamu sekarang ngondek ya? kok ada parfum cewek? wah kamu ini kenapa) dia tak henti-hentinya menertawai gue, gue? gue bingung. sosok wanita yang gak gue kenal, tiba-tiba masuk rumah gue, dan memanggil nama gue dengan nama kecil gue. dan ditambah dia terus-terusan memegang parfum pemberian Jesseh.
Hari-hari gue belakangan ini memang seperti orang sakau, gue selalu melihat lembaran surat dari Jesseh, dan tak lupa gue selalu mengecek parfum dari Jesseh. tiap jam sepertinya, gue seperti orang psycho. gue seperti orang kelainan, karena.. setiap gue mencium aroma parfum tsb, bayang-bayang jesseh selalu datang. gue ingin bener-bener ngelupain, tapi gue juga ga ingin. perasaan seperti ini, dinamakan apa ya? Hahaha.
"siniin ga? jangan lancang. lo siapa sih?" gue agak membentak wanita tsb.
"Aku Siska by, Siska! kon mosok lali? emang enek sing berubah a?" wanita tsb menjelaskan dengan cengengesan.
bentar, Siska? kenapa lo bisa berubah sedetail ini? 9tahun yang lalu, ketika gue terakhir melihat lo, lo masih SD kelas 6 kala itu, lo ga seperti ini, lo ga secantik ini. rambut lo ga sebagus ini, kenapa lo bisa begitu cepat berubah? lo bener-bener cantik sekarang..
"Hah? lo siska? serius? beda banget. lo jadi tambah.. tambah jelek sekarang" pungkas gue, karena tengsin boi kalo bilang tambah cantik..
"Hahaha guyon kon, aku wes ngerti alasan kon ke sby, ko akbar. asli, kon gateli, Hahaha. terus iki parfum sopo seng kon gowo?" (Hahaha bercanda lo. gue udah ngerti alasan lo ke sby dari akbar, terus yang gue pegang ini parfum siapa?) lalu dia mengalihkan pembicaraan ke parfum tsb.
"oh iku, parfum mantan pacarku" (itu parfum mantan gue) gue menjawab singkat.
"dadi alasan kon akhir2 iki meneng, goro2 kon sakau mbek parfum a?" (jadi alasanmu banyak diam, gara2 parfum ini?) tak henti-hentinya wanita ini mencecer gue dengan pertanya'an2 seperti itu.
"Gak, kon piye kabare? ndek unbra ambil jurusan opo?" (gak!, kabar lo gimana skrg? di unbra ngambil jurusan apa?) gue langsung mengalihkan pembicaraan, jujur gue males menceritakan kejadian-kejadian pahit itu.
"Huu, iso ae kon ngalihin omongan, aku ndek unbra ambil FK." (huu bisa aja lo ngalihin omongan, gue ambil FK di unbra) lantas dia beranjak dari sofa dan mengambil air minum di galon yang sudah disediakan oleh mas Yerri.
Gilak! cewek segalak dan semenyebalkan dia. mengambil jurusan FK? gue ga bisa bayangin, ketika dia lulus nanti dan menjadi seorang dokter, gue gabisa bayangin reaksi pasien-pasien nya nanti akan seperti apa. Hahaha.
"hoo kon ambil kedokteran, jurusan kon sama jurusan akbar. sama-sama keren ya. lo berdua punya cita-cita tinggi Hahaha" pungkas gue.
"Iyo no, kudu ngono. kon dewe, sido jupuk jurnalis? ojo goro-goro wedok'an, kon ninggal cita-cita kon loh." (Iyalah, harus seperti itu. lo sendiri jadi ambil jurnasli? jangan karena cewek. lo membuang cita-cita lo) jawab dia.
lantas, dia langsung bertanya lagi mengenai parfum tsb. panjang lebar, awal mula gimana sampai gue bisa membawa parfum tsb. dan gue, gue menceritakan semuanya. gue bilang. gue disana jarang ketemu, makanya gue minta parfum nya, biar gue ga melupakan dia. gue ngeliat ekspresi dia, yang seperti menahan tawa, karena dia berfikir gue ini sangat-sangat alay seperti di FTV aja katanya.
ga lama Siska pulang kerumahnya, dan ketika dia kembali lagi ke rumah gue. dia memberi gue sebuah botol kecil bertuliskan
"GLAM JASMINE MICHAEL KORS"
gue heran, ini apa? untuk apa?
"ini buat apaan?" tanya gue agak bingung.
"Oh, iku ben kon gak lali mbek aku, sopo tau mbesuk kita ketemu, kan gak lucu lek sampek kon lali mbek aku maneh" (Oh, itu biar lo ga lupa sama gue, kan ga lucu kalo kita nanti ketemu lagi, dan lo masih lupa sama gue) lalu dia menyuruh gue untuk menyimpan parfum tsb.
"yo, makasih ya. gue gatau maksud lo apa, tapi makasih ya. lo udah mau repot-repot"
lalu gue menyimpan parfum tersebut..
Makasih Siska.
Adios!
Sudah bertahun-tahun gue hidup sendiri, atau memang ingin menyendiri? Orang lain seakan lupa, kalo gue ini masih hidup. bahkan keluarga tidak pernah mencoba untuk menghubungi, atau memang gue yang ga ingin dihubungin?
Jesseh kini sibuk dengan dunianya, dengan cowok yang mungkin lebih baik dari gue, dan menjelang UN yang memeras otak dan membuang banyak waktu hanya untuk belajar. dan gue? gue cuma lontang lantung menghabiskan waktu untuk memikirkan hal yang tak mungkin untuk gue gapai ataupun gue raih jawabannya. Hahaha
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setelah malam tadi gue tertidur sesudah menyantap sepiring rujak cingur dan Es apalah namanya, gue tidur, dan gue bangun di sore hari. lalu gue bergegas untuk membongkar tas dan mencari peralatan mandi untuk mandi. setelah mandi, gue menuju meja makan karena perut sudah meronta-ronta minta diisi ulang, pendeknya lapar. Mungkin sudah sekitar 10 jam lebih gue belum menyentuh nasi semenjak sarapan terakhir gue tadi malam.
Saat gue sedang makan, dan menonton acara TV, terdengar bunyi bel yang menggema ke seisi ruangan, gue sendiri bingung siapa yang dateng sesore ini karena gue sendiri baru dateng hari ini. Oh! gue inget, kalo mak Kas mau dateng lagi, gue lalu bergegas untuk ke gerbang dan membukakan gerbang.
Alangkah terkejutnya gue, ternyata yang datang bukanlah Mak Kas, melainkan sosok wanita cantik, yang gue sendiri sepertinya kenal, dan ga asing. tapi gue lupa. lalu gue bertanya kepada wanita tsb
"Maaf mbak, cari siapa ya?" gue bertanya dengan muka bingung.
"Gak usah etok-etok gak ileng mbek aku kon" (gausah pura-pura ga inget kamu) wanita tsb langsung masuk dan duduk di sofa.
gue? gue cuma heran. ini siapa? kok seenaknya masuk rumah gue? persetan, gue gatau siapa dia. bergegas gue menutup pintu dan masuk, lalu duduk didepan dia.
"Lo siapa? seenaknya masuk rumah orang" gue bertanya lagi.
"Aby!! kon saiki ngondek a? kok enek parfum cewek iki, wah kon lapo?" (aby, kamu sekarang ngondek ya? kok ada parfum cewek? wah kamu ini kenapa) dia tak henti-hentinya menertawai gue, gue? gue bingung. sosok wanita yang gak gue kenal, tiba-tiba masuk rumah gue, dan memanggil nama gue dengan nama kecil gue. dan ditambah dia terus-terusan memegang parfum pemberian Jesseh.
Hari-hari gue belakangan ini memang seperti orang sakau, gue selalu melihat lembaran surat dari Jesseh, dan tak lupa gue selalu mengecek parfum dari Jesseh. tiap jam sepertinya, gue seperti orang psycho. gue seperti orang kelainan, karena.. setiap gue mencium aroma parfum tsb, bayang-bayang jesseh selalu datang. gue ingin bener-bener ngelupain, tapi gue juga ga ingin. perasaan seperti ini, dinamakan apa ya? Hahaha.
"siniin ga? jangan lancang. lo siapa sih?" gue agak membentak wanita tsb.
"Aku Siska by, Siska! kon mosok lali? emang enek sing berubah a?" wanita tsb menjelaskan dengan cengengesan.
bentar, Siska? kenapa lo bisa berubah sedetail ini? 9tahun yang lalu, ketika gue terakhir melihat lo, lo masih SD kelas 6 kala itu, lo ga seperti ini, lo ga secantik ini. rambut lo ga sebagus ini, kenapa lo bisa begitu cepat berubah? lo bener-bener cantik sekarang..
"Hah? lo siska? serius? beda banget. lo jadi tambah.. tambah jelek sekarang" pungkas gue, karena tengsin boi kalo bilang tambah cantik..
"Hahaha guyon kon, aku wes ngerti alasan kon ke sby, ko akbar. asli, kon gateli, Hahaha. terus iki parfum sopo seng kon gowo?" (Hahaha bercanda lo. gue udah ngerti alasan lo ke sby dari akbar, terus yang gue pegang ini parfum siapa?) lalu dia mengalihkan pembicaraan ke parfum tsb.
"oh iku, parfum mantan pacarku" (itu parfum mantan gue) gue menjawab singkat.
"dadi alasan kon akhir2 iki meneng, goro2 kon sakau mbek parfum a?" (jadi alasanmu banyak diam, gara2 parfum ini?) tak henti-hentinya wanita ini mencecer gue dengan pertanya'an2 seperti itu.
"Gak, kon piye kabare? ndek unbra ambil jurusan opo?" (gak!, kabar lo gimana skrg? di unbra ngambil jurusan apa?) gue langsung mengalihkan pembicaraan, jujur gue males menceritakan kejadian-kejadian pahit itu.
"Huu, iso ae kon ngalihin omongan, aku ndek unbra ambil FK." (huu bisa aja lo ngalihin omongan, gue ambil FK di unbra) lantas dia beranjak dari sofa dan mengambil air minum di galon yang sudah disediakan oleh mas Yerri.
Gilak! cewek segalak dan semenyebalkan dia. mengambil jurusan FK? gue ga bisa bayangin, ketika dia lulus nanti dan menjadi seorang dokter, gue gabisa bayangin reaksi pasien-pasien nya nanti akan seperti apa. Hahaha.
"hoo kon ambil kedokteran, jurusan kon sama jurusan akbar. sama-sama keren ya. lo berdua punya cita-cita tinggi Hahaha" pungkas gue.
"Iyo no, kudu ngono. kon dewe, sido jupuk jurnalis? ojo goro-goro wedok'an, kon ninggal cita-cita kon loh." (Iyalah, harus seperti itu. lo sendiri jadi ambil jurnasli? jangan karena cewek. lo membuang cita-cita lo) jawab dia.
lantas, dia langsung bertanya lagi mengenai parfum tsb. panjang lebar, awal mula gimana sampai gue bisa membawa parfum tsb. dan gue, gue menceritakan semuanya. gue bilang. gue disana jarang ketemu, makanya gue minta parfum nya, biar gue ga melupakan dia. gue ngeliat ekspresi dia, yang seperti menahan tawa, karena dia berfikir gue ini sangat-sangat alay seperti di FTV aja katanya.
ga lama Siska pulang kerumahnya, dan ketika dia kembali lagi ke rumah gue. dia memberi gue sebuah botol kecil bertuliskan
"GLAM JASMINE MICHAEL KORS"
gue heran, ini apa? untuk apa?
"ini buat apaan?" tanya gue agak bingung.
"Oh, iku ben kon gak lali mbek aku, sopo tau mbesuk kita ketemu, kan gak lucu lek sampek kon lali mbek aku maneh" (Oh, itu biar lo ga lupa sama gue, kan ga lucu kalo kita nanti ketemu lagi, dan lo masih lupa sama gue) lalu dia menyuruh gue untuk menyimpan parfum tsb.
"yo, makasih ya. gue gatau maksud lo apa, tapi makasih ya. lo udah mau repot-repot"
lalu gue menyimpan parfum tersebut..
Makasih Siska.
Adios!









