Selasa, 30 Januari 2018

Hari pertama di Surabaya.

Langit senja seakan menelan semesta, hembusan angin memeluk erat tubuh gue hingga ke pori-pori. Gue duduk di loteng rumah, meninggalkan secercah harapan untuk masa depan yang tak ada setanpun yang tau, Selama ini hidup gue cuma diam, berfikir, dan membaca. dan terus berfikir membuat gue merasa lapar setiap saat. namun semakin hari gue semakin lupa tujuan awal gue ngapain ke Surabaya, gue hanya mengikuti hawa nafsu dan ego. berharap dunia tunduk terhadap semua kemauan gue, naif? ya memang.

Sudah bertahun-tahun gue hidup sendiri, atau memang ingin menyendiri? Orang lain seakan lupa, kalo gue ini masih hidup. bahkan keluarga tidak pernah mencoba untuk menghubungi, atau memang gue yang ga ingin dihubungin?

Jesseh kini sibuk dengan dunianya, dengan cowok yang mungkin lebih baik dari gue, dan menjelang UN yang memeras otak dan membuang banyak waktu hanya untuk belajar. dan gue? gue cuma lontang lantung menghabiskan waktu untuk memikirkan hal yang tak mungkin untuk gue gapai ataupun gue raih jawabannya.  Hahaha


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Setelah malam tadi gue tertidur sesudah menyantap sepiring rujak cingur dan Es apalah namanya, gue tidur, dan gue bangun di sore hari. lalu gue bergegas untuk membongkar tas dan mencari peralatan mandi untuk mandi. setelah mandi, gue menuju meja makan karena perut sudah meronta-ronta minta diisi ulang, pendeknya lapar. Mungkin sudah sekitar 10 jam lebih gue belum menyentuh nasi semenjak sarapan terakhir gue tadi malam.

Saat gue sedang makan, dan menonton acara TV, terdengar bunyi bel yang menggema ke seisi ruangan, gue sendiri bingung siapa yang dateng sesore ini karena gue sendiri baru dateng hari ini. Oh! gue inget, kalo mak Kas mau dateng lagi, gue lalu bergegas untuk ke gerbang dan membukakan gerbang.

Alangkah terkejutnya gue, ternyata yang datang bukanlah Mak Kas, melainkan sosok wanita cantik, yang gue sendiri sepertinya kenal, dan ga asing. tapi gue lupa. lalu gue bertanya kepada wanita tsb

"Maaf mbak, cari siapa ya?" gue bertanya dengan muka bingung.

"Gak usah etok-etok gak ileng mbek aku kon" (gausah pura-pura ga inget kamu) wanita tsb langsung masuk dan duduk di sofa.

gue? gue cuma heran. ini siapa? kok seenaknya masuk rumah gue? persetan, gue gatau siapa dia. bergegas gue menutup pintu dan masuk, lalu duduk didepan dia.

"Lo siapa? seenaknya masuk rumah orang" gue bertanya lagi.

"Aby!! kon saiki ngondek a? kok enek parfum cewek iki, wah kon lapo?" (aby, kamu sekarang ngondek ya? kok ada parfum cewek? wah kamu ini kenapa) dia tak henti-hentinya menertawai gue, gue? gue bingung. sosok wanita yang gak gue kenal, tiba-tiba masuk rumah gue, dan memanggil nama gue dengan nama kecil gue. dan ditambah dia terus-terusan memegang parfum pemberian Jesseh.

Hari-hari gue belakangan ini memang seperti orang sakau, gue selalu melihat lembaran surat dari Jesseh, dan tak lupa gue selalu mengecek parfum dari Jesseh. tiap jam sepertinya, gue seperti orang psycho. gue seperti orang kelainan, karena.. setiap gue mencium aroma parfum tsb, bayang-bayang jesseh selalu datang. gue ingin bener-bener ngelupain, tapi gue juga ga ingin. perasaan seperti ini, dinamakan apa ya? Hahaha.

"siniin ga? jangan lancang. lo siapa sih?" gue agak membentak wanita tsb.

"Aku Siska by, Siska! kon mosok lali? emang enek sing berubah a?" wanita tsb menjelaskan dengan cengengesan.

bentar, Siska? kenapa lo bisa berubah sedetail ini? 9tahun yang lalu, ketika gue terakhir melihat lo, lo masih SD kelas 6 kala itu, lo ga seperti ini, lo ga secantik ini. rambut lo ga sebagus ini, kenapa lo bisa begitu cepat berubah? lo bener-bener cantik sekarang..

"Hah? lo siska? serius? beda banget. lo jadi tambah.. tambah jelek sekarang" pungkas gue, karena tengsin boi kalo bilang tambah cantik..

"Hahaha guyon kon, aku wes ngerti alasan kon ke sby, ko akbar. asli, kon gateli, Hahaha. terus iki parfum sopo seng kon gowo?" (Hahaha bercanda lo. gue udah ngerti alasan lo ke sby dari akbar, terus yang gue pegang ini parfum siapa?) lalu dia mengalihkan pembicaraan ke parfum tsb.

"oh iku, parfum mantan pacarku" (itu parfum mantan gue) gue menjawab singkat.

"dadi alasan kon akhir2 iki meneng, goro2 kon sakau mbek parfum a?" (jadi alasanmu banyak diam, gara2 parfum ini?) tak henti-hentinya wanita ini mencecer gue dengan pertanya'an2 seperti itu.

"Gak, kon piye kabare? ndek unbra ambil jurusan opo?" (gak!, kabar lo gimana skrg? di unbra ngambil jurusan apa?) gue langsung mengalihkan pembicaraan, jujur gue males menceritakan kejadian-kejadian pahit itu.

"Huu, iso ae kon ngalihin omongan, aku ndek unbra ambil FK." (huu bisa aja lo ngalihin omongan, gue ambil FK di unbra) lantas dia beranjak dari sofa dan mengambil air minum di galon yang sudah disediakan oleh mas Yerri.

Gilak! cewek segalak dan semenyebalkan dia. mengambil jurusan FK? gue ga bisa bayangin, ketika dia lulus nanti dan menjadi seorang dokter, gue gabisa bayangin reaksi pasien-pasien nya nanti akan seperti apa. Hahaha.

"hoo kon ambil kedokteran, jurusan kon sama jurusan akbar. sama-sama keren ya. lo berdua punya cita-cita tinggi Hahaha" pungkas gue.

"Iyo no, kudu ngono. kon dewe, sido jupuk jurnalis? ojo goro-goro wedok'an, kon ninggal cita-cita kon loh." (Iyalah, harus seperti itu. lo sendiri jadi ambil jurnasli? jangan karena cewek. lo membuang cita-cita lo) jawab dia.

lantas, dia langsung bertanya lagi mengenai parfum tsb. panjang lebar, awal mula gimana sampai gue bisa membawa parfum tsb. dan gue, gue menceritakan semuanya. gue bilang. gue disana jarang ketemu, makanya gue minta parfum nya, biar gue ga melupakan dia. gue ngeliat ekspresi dia, yang seperti menahan tawa, karena dia berfikir gue ini sangat-sangat alay seperti di FTV aja katanya.

ga lama Siska pulang kerumahnya, dan ketika dia kembali lagi ke rumah gue. dia memberi gue sebuah botol kecil bertuliskan

  "GLAM JASMINE MICHAEL KORS"

gue heran, ini apa? untuk apa?

"ini buat apaan?" tanya gue agak bingung.

"Oh, iku ben kon gak lali mbek aku, sopo tau mbesuk kita ketemu, kan gak lucu lek sampek kon lali mbek aku maneh" (Oh, itu biar lo ga lupa sama gue, kan ga lucu kalo kita nanti ketemu lagi, dan lo masih lupa sama gue) lalu dia menyuruh gue untuk menyimpan parfum tsb.

"yo, makasih ya. gue gatau maksud lo apa, tapi makasih ya. lo udah mau repot-repot"
lalu gue menyimpan parfum tersebut..

Makasih Siska.



Adios!
Share:

Rabu, 24 Januari 2018

PENGECUT LO! HAHAHA



Gue ga akan ga ngejawab, walaupun gue belom move on. at least otak gue masih berjalan dengan rasional bro! lo boleh aja ga anggap tulisan gue ini, boleh banget. karena lo udah mau repot-repot ketik panjang lebar ke email gue, anggap aja ini sebagai balasan karena menghargai "kecapean" lo itu. Hahahaha

Gaperlu panjang2, gue ada analogi nih buat lo.

Lo menyusun 1buah bata didepan lo.. dan saat lo mengingatkan diri lo kalo masih dendam atau ada kepahitan.. lo taro lagi 1bata lagi disebelah bata yang lo taro tadi didepan lo..hal tersebut akan terus berulang dan terulang.

Apa yang terjadi sob? Lo susun bata demi bata melingkari diri lo sendiri.. makin lama makin tinggi.. dan lo terkurung sendiri dalam sebuah menara tanpa pintu.. menara yang lo buat sendiri karena dendam dan kepahitan yang lo alamin.
Suatu saat, lo akan menjadi orang yang self-centered/ego-sentris. lo ga melihat apa yang ada di depan mata lo sendiri... ketutup bata kan soalnya? seiring berjalan nya waktu, lo sadar. lo cuma sendiri didalam menara tinggi yang lo bangun sendiri.

Apabila makin tinggi bata yang lo susun di sekitar lo.. suatu saat lo sadar.. lo terkurung.. dan lo pengen keluar..

Ada berbagai cara yang bisa lo lakuin buat keluar.
1. lo ancurin bata itu.. selanjutnya lo tertimpa sama bata yang telah lo susun sendiri.. sakit pastinya :) (Ga percaya? silahkan lakuin didunia nyata. pukul diri lo dengan bata)
2. Atau lo meminta orang lain untuk menghancurkan nya dari luar.. lo ketimpa juga sama bata-bata itu, dan sakit juga pastinya..
3. Lo panjat sampai ujung menara itu dan keluar dengan sendirinya.. fyi, saat lo mencoba untuk memanjat itu lo berusaha sendiri dan jatoh juga sendiri yang ngerasain.. karena orang lain tidak mengetahui apapun dan tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam menara itu.

Jadi, paling mudah adalah jangan pasang sekecil apapun bata di dalam kehidupan lo.. saat terlambat semuanya akan menjadi sakit.. luka parah.. bahkan lo bisa sampai mati tertimpa.

Jangan sampai kaya gitu sob, jangan..

Karena pada dasarnya, kesalahan adalah proses belajar untuk menjadi lebih baik..

terus soal rasa takut mencintai wanita seperti yang lagi lo alamin..

Rasa takut itu semacam "Drugs" nagih... karena merasa ga nyaman.. jadi rasa takut itu keluar.. karena posisi lo ada di zona nyaman.. dimana lo udah pewe didalam zona nyaman yang lo buat itu..

Cara satu-satunya adalah lo harus kontrol rasa takut lo itu!

LAWAN!!

Anggap aja, Tuhan lagi menciptakan cerita yang lebih gila buat lo dan calon pasangan lo kelak!! C'mon sob, jangan jadi pengecut!
Share:

Selasa, 23 Januari 2018

Sabtu, 20 Januari 2018

Dear....

Dear, Jesseh...

I'm forever grateful for all the love, tears, joy, and sorrow we've shared together. Forever and always. Let me to quote Bobby's last sayings to his lover, Christina, in the movie "The Perfect Storm": "Remember: I'll always love you; I loved you the moment I saw you; I love you now; and I love you forever. There's no goodbyes - there's only love, only love." 

Only love, Jesseh. Only love. Forever and always.


Omnia mutantur nihil interit.
(Everything changes but nothing really lost)
Share:

Cinta datang kepada mereka
yang masih berharap
sekalipun pernah dikecewakan
kepada mereka yang masih percaya
sekalipun pernah dibohongin
kepada mereka yang masih mencintai
sekalipun sudah ditinggalkan.
Share:

Tentang dulu semua yang ku inginkan dan tidak kamu berikan.
Sekarang ada beberapa wanita yang memberikan itu semua.
Tapi, aku tidak bisa menerimanya..
Karena, masih ada kamu
Share:

Sampai Surabaya.

01.00 WIB akhirnya kereta yang gue tumpangi telah sampai di Surabaya
gue langsung menelfon Mas Ferri untuk menjemput gue distasiun, Mas Ferri ini adalah seseorang yang menjaga rumah gue di Surabaya.

"Halo Mas, aku wis teko ndek stasiun iki" (saya sudah sampai di stasiun ini)

"Oh, yo sek yo by. entenono ning pintu utara" (Oh bentar ya By, tungguin di pintu utara) jawab Mas Ferri

"Iyo, Mas" lalu gue menutup telfon nya.

Sembari menunggu mas Ferri datang, gue melihat-lihat sekitar. ada sedikit rasa rindu kala gue menginjakkan kaki di kota ini lagi, mulai dari tukang Soto yang masih buka hingga larut, bapak-bapak yang main karambol, anak muda yang pada nongkrong disebuah warkop. gue melihat ke arah mereka, seperti tanpa beban mereka menjalani kehidupan nya.

gue kembali teringat dengan apa yang ada di Email gue di siang hari tadi.
dimana Jesseh menjadi sangat benci kepada gue.

"Gua juga benci banget sama lu, gausah lu cari gua lagi"

Gue berpikir, mungkin ini hanya sementara, mungkin beberapa minggu atau bulan dia akan kembali lagi seperti semula.. seketika gue menjadi tenang, tapi gimana jika ini bukan sementara? gimana jika dia benar-benar menjadi sangat membenci gue? apa yang harus gue lakuin supaya dia mau memaafkan gue? sedangkan dia sudah memblock semua sosial media gue. Jess, jika lo membaca ini. tolong maafin gue ya, dan unblock social media gue, gue ingin berbincang banyak. ga harus sekarang kok, tapi jika lo sudah tenang, dan jika lo berkenan tolong unblock ya :)

tiba-tiba mas Ferri datang membuyarkan lamunan gue, lamunan gue tentang Jesseh.

"By!! Ayo ki munggah'o. Awakmu tambah gede wae yo saiki by" (By ayo cepet naik, badanmu sudah bertambah besar aja ya sekarang) Mas Ferri memanggil gue, dan itu membuyarkan lamunan gue.

"Oh, iyo mas sek, tak lebokne tas ku ndek bagasi" (iya mas, sebentar tak masukin tas ke bagasi dulu) jawab gue, lalu membuka bagasi mobil yang dibawa mas Ferri.

lalu gue memasuki mobil yang dibawa oleh mas Ferri menuju kerumah gue. didalam mobil tersebut kami berbincang-bincang banyak hal.

"Wah gaya saiki kon, wes nduwe mobil" (Wah gaya sekarang kamu, sudah memiliki mobil) gue baru menyadari kalo mas Ferri ini memiliki sebuah mobil, yah tapi ternyata dugaan gue salah.

"Joh, duk mobil ki iki by, mobile siska, eleng siska po ra kon?" (bukan mobilku by, mobilnya siska. inget siska ga?) jawab mas Ferri.

Sejenak gue berfikir, siska.. siska siapa? gue memaksa otak gue yang lelet ini berpikir untuk menemukan nama Siska, siapa itu Siska?

"Siska sopo mas?" tanya gue kembali ke mas Ferri

"Kuwi loh by, Siska koncomu cilik mbiyen, anak'e pak Har. moso lali kon?" (ituloh by, Siska temen kecilmu, anaknya pak Har. masa lupa?) pungkas mas Ferri

"OHHH, adik'e bebek? seilengku de'e kuliah ndek unbra mas, neng malang kono, kok saiki ndek omah?" (Oh adiknya bebek? seingatku dia kuliah di malang, kok sekarang dirumah?) gue bertanya heran kepada mas Ferri. karena kabar terakhir yang gue dapat sekitar 2 atau 3tahun lalu, Siska itu kuliah di UNBRA Malang.

Siska adalah teman masa kecil gue dan Akbar, walaupun dia adalah seorang perempuan. tapi dia bergaul dengan laki-laki seperti gue dan Akbar, masa kecil kami dulu sering bersama. bermain PS1, yah... kami sering memainkan game Dragon Ball, dan yah bisa ditebak. Siska selalu unggul daripada kami berdua. entah, kenapa gue menjadi tersenyum sendiri ketika ingat masa-masa itu. masa-masa dimana kami hanya memikirkan tentang bermain dari pagi sampai sore. dimana beban hidup terberat adalah, ocehan orang tua kami, kala itu masih ada sosok ibu yang menemani gue.. ah gue jadi sedih jika ingat-ingat masa itu.. rasanya sangat ingin kembali... Mom, wherever u'r now, I really miss u :)

"Iyo by, saiki libur de'e maka'e muleh. wes enek seminggu ndek kene." (iya by, dia libur kuliahnya sekarang, udah ada semingguan disini) pungkas mas Ferri

"Oh ngono to" (Oh gitu toh) jawab gue

lalu, tidak terasa gue tertidur. karena jarak dari stasiun kerumah gue lumayan jauh. gue tertidur didalam bayang-bayang gue terhadap kerinduan paling mendalam kepada 2sosok wanita yang seharusnya gue tidak boleh kasar terhadap mereka. gue tau, sesosok ibu pasti akan mencintai anaknya, no matter what, dia pasti punya alasan lain untuk pergi.. yah mungkin kala itu gue terlalu kecil untuk mengerti apa alasan itu, tapi suatu saat gue akan mengerti.. mungkin, someday... dan juga Jesseh, pasti mempunyai alasan lain untuk memilih pria lain, mungkin.. dan bodohnya gue tidak bertanya alasan dia, gue hanya menyalahkan dia.. yah, sekarang gue menyesal. tapi kelak.. entah kapan, yang pasti gue akan berbaikan dengan Jesseh, dan gue akan menagih janji dia, janji untuk menemani gue mencari ibu gue.. entah kapan, entah berapa lama lagi... dan tiba-tiba gue tertidur.



Entah berapa lama gue tertidur, tiba-tiba kami sudah sampai dirumah gue, Ahhhh home sweet home.
pertanyaan yang ada didalam pikiran gue "kira-kira gue betah ga ya?"
gue disambut oleh Mak kas dan Mas Yerri, Mak Kas membimbing gue masuk ke dalam rumah, sementara Mas Yerri membantu mas Ferri untuk menurunkan barang-barang bawaan gue.

Mak Kas adalah seorang penjual angkringan disebelah rumah gue, dan dia sekeluarga yang dipercaya Akbar sekeluarga untuk menjaga rumah, dari mulai menyapu dan menyalakan lampu. sementara Yerri adalah anak dari mak Kas dan adik dari Ferri, kenapa gue memanggil beliau mak Kas? karena waktu gue kecil, dia yang mengurusi gue, ketika ibu gue sibuk bekerja.. jadi gue terbiasa dengan dia, dan memanggilnya dengan sebutan mak Kas, atau mamak Kas, dialah sosok pengganti ibu gue, ya.. penjual angkringan itulah yang memberi kasih sayang seorang ibu, ketika ibu gue sibuk bekerja.

"Le, koe piye kabare? perjalanan'e piye le? kesel opo ra?" (Tole, gimana kabarmu? perjalannya gimana? melelahkan?) Mak Kas memeluk gue sambil terus bertanya

"Iyo mak Kas, lumayan capek" gue menjawabnya dengan bahasa indonesia, karena bahasa alus dari jawa gue udah lupa, gue sekedar ingat bahasa kasarnya aja.

"Gelem mangan le? rujak cingur arep yo?" (Mau makan le? rujak cingur mau ya?) tetiba mak Kas pulang dan membuatkan gue Rujak Cingur, ya.. malam-malam Jam 02.00 gue harus makan rujak cingur. tapi gpp lah, gue juga kebetulan lapar. sangat-sangat lapar.

dan gue lalu membaringkan badan gue di sofa, dan sejenak gue menikmati aroma rumah ini yang sudah sangat lama gue rindukan...

Tidak butuh waktu lama, rujak cingur dan Es dari mak Kas dateng, wait what? malem-malem gue harus makan makanan pedas dicampur es yang dingin? ah mungkin mak kas berpikir orang jakarta suka dengan makanan yang dingin-dingin.

"iki le, ndang mangan terus turuo" (ini le, cepet makan terus istirahat)

dan ya.. seperti inilah bentuk makanan itu



Feels old yet?

Mas Ferri lalu masuk ke dalam kamar gue untuk menaruh tas-tas gue kedalam kamar, lalu tak lama setelah itu mereka pamit untuk pulang dan membiarkan gue beristirahat..

"SIAL INI RASANYA MENGINGATKAN GUE KEPADA KENANGAN-KENANGAN MASA KECIL GUE" teriak gue dalam hati.

Rujak cingur dan es ini telah habis gue santap, lalu gue pun beranjak ke kamar mandi untuk mandi, dan setelah itu tidur..
betapa rapi nya kamar ini, sprei yang baru dan tidak ada jaring laba-laba terlihat, kenapa mereka memperlakukan gue dengan sangat special? dan sebelum gue tertidur, gue kepikiran apakah Jesseh juga merasakan apa yang gue rasakan sekarang? karena gue sangat rindu dengan nya... Hahaha

PS: Hai Jess, aku udah di Surabaya sekarang. kalau kamu memaafkan aku, tolong balas emailku ya!
Share:

Maaf.

Gue yang awalnya ingin memperbaiki semuanya, malah berbalik dan menjadi merusak semuanya.
Lo, sekarang menjadi sangat benci kepada gue, bahkan untuk sekedar membuka pesan dari gue saja sepertinya lo enggan.
Tapi, jujur dari lubuk hati terdalam gue ingin minta maaf, gue tau gue konyol
Gue tau, gue salah jika menyuruh wanita lain berpura-pura suka terhadap gue hanya untuk memanas-manasin lo dan membuat lo jujur.
Gue... Bener-bener menyesal
Sepertinya sudah gak ada kesempatan lagi bagi gue.
1. Gue memutuskan pindah kota
2. Gue membuat lo menjadi sangat benci terhadap gue.
Entah, sampai kapan gue akan menyayangi lo, entah sampai kapan juga gue akan memendam semuanya sendirian.
Sekali lagi, gue benar-benar minta maaf :)
Share:

Jumat, 19 Januari 2018

:D

Bye Jakarta.
Terimakasih atas semua kenangan nya
Pahit maupun manis.
Dan untuk kamu yang saat ini enggan untuk jujur
Terusin aja, semoga suatu saat bisa berubah. (:
Share:

GILA! INI SERIUS?

Lo serius bergabung bersama communitas lo itu dari bulan November? lo bahkan online terus-terusan sama mereka, bahkan sampai main Dota bareng. gila ya? padahal gue selalu percaya kalo lo sibuk dengan urusan-urusan lo, lo sibuk dengan yang katanya lo pindahan, lo sibuk dengan yang katanya PC lo mati, gila! gue ga habis pikir kalo lo sepicik ini.
Cita-cita gue adalah membuat lo menjadi wanita yang sangat anggun dengan apa yang lo milikin.
tapi apa? lo lagi-lagi bohongin gue :)

gue selalu nunggu kabar dari lo, lo beralasan "PC aku rusak by, jadinya aku liat youtube makanya ga ada waktu buat kamu"
TERNYATA OMONG KOSONG! LO SIBUK SAMA TEMEN-TEMEN KOMUNITAS LO!

Dan setelah semuanya terbongkar? ada sedikit ucapan maaf dari lo?
"Maaf by udah bohongin kamu"

ENGGAK! lo dengan pede malah bilang
"BY, KALO MASIH MAU BAHAS INI AKU BLOCK YA KAMU"

Gue ga peduli jika nantinya lo ga bersama gue. karena nyatanya akhir-akhir ini lo gapernah sama-sama dengan gue. selama lo bilang pc lo mati, gue selalu onlen. iya gue onlen, gue pake character FEMALE!
buat apa? gue ngejaga hati lo, gue gamau kalo suatu saat tiba-tiba lo sakit hati karena gue banyak godain cewek-cewek. lebih baik gue jadi Hode daripada membuat lo sakit.

dan lo? ngejaga sedikit perasaan gue aja enggak.
gue bener-bener emosi, entah kenapa semuanya mulai ada titik terangnya.

gue udah kasih kesempatan lo sampai tanggal 20 untuk jujur, ternyata lo jujur aja enggak :)

Kalo emang dari bulan November 2017 lo memang udah ga nyaman sama gue, lo udah jenuh dan bosen. kenapa ga bilang aja? Kenapa lo tetep ngebiarin gue ngisi hari-hari lo?

gila ya, asli lo bener-bener Hahahaha.

asal lo tau aja, ini untuk pertama kalinya gue merasa sangat ingin menjaga wanita
untuk pertama kalinya gue sangat ingin membuat wanita yang tadinya berantakan menjadi lebih-baik.
ini pertama kalinya gue begitu mencintai wanita
dan ini juga pertama kalinya gue sangat membenci wanita :)

dan status lo sekarang, ga jauh beda dengan ibu gue :) gue anggap lo mati, gue ga akan cari-cari lo lagi, karena gue anggap lo mati. IYA MATI!

awalnya gue sangat ingin suatu saat lo bisa kembali lagi ke gue, tapi enggak sekarang.
yang gue inginin sekarang adalah cepat-cepat melupakan lo, dan gue gamau kenal lo lagi.
gue gamau inget-inget tentang lo lagi.

Asli, gue udah benci banget kalo gue dibohongin sekian lama.

GUE KIRA LO SEKARANG JADI LEBIH BAIK, GATAUNYA LO GA ADA PERUBAHAN.

lo membohongi cowok yang benar-benar sayang sama lo, demi sebuah komunitas disebuah game.

WORTH IT GA MENURUT LO? HAHAHA, WORTH IT? YAUDAH LAKUIN AJA.

LO KENAPA-KENAPA GAUSAH CERITA KE GUE, KARENA GUE GA AKAN HERAN LAGI JIKA SAMPAI LO KENAPA-KENAPA :)

GILA YA, LO PEMBOHONG :) LO BENER-BENER PEMBOHONG.
LO GA AKAN BISA BERUBAH, SELAMANYA LO AKAN TETAP JADI PEMBOHONG :)
GA AKAN ADA YANG BISA MERUBAH LO :)

SUATU SAAT LO AKAN SADAR TENTANG SEMUANYA. TINGGAL MENUNGGU WAKTU YANG TEPAT AJA, GUE PERCAYA SETIAP ORANG YANG DIPERTEMUKAN KE KITA OLEH TUHAN, ITU SELALU ADA MAKSUDNYA.

AWALNYA GUE BERFIKIR, TUHAN MEMPERTEMUKAN GUE DENGAN LO ADALAH SUPAYA GUE BISA MENJAGA DAN MEMPERBAIKI KEADAAN LO, MEMPERBAIKI SIFAT LO. TERNYATA BUKAN ITU YANG DIMAKSUD TUHAN.

TERNYATA TUHAN HANYA MEMPERKENALKAN GUE DENGAN SOSOK PEMBOHONG.

MAKASIH BUAT SEMUANYA YA! MAKASIH BUAT KEBOHONGAN-KEBOHONGAN LO :)

PS : kalo lo merasa bukan pembohong, gue masih nungguin kejujuran lo via email/wa ke gue. atau lo bisa komen di artikel ini, buktikan kalo memang lo bukan pembohong dan pantas untuk gue jaga, semua tergantung keputusan lo. selama rasa sayang ini masih ada, gue selalu membuka pintu maaf, asalkan lo mau jujur. lo gamau jujur? oke gamasalah.
Share:

Kamis, 18 Januari 2018

DIputusin? Ditinggalin? Bukan akhir segalanya sob!


Kasus yang kayak gini nih, dulu gue sering banget nemuin.

Gini ya bro "Ardiansyah" Kemungkinan besar, dia udah gak tertarik sama lo
lo itu sebenernya lagi masuk dalam fase post-relationship

Kemungkinan besar, CEWEK LO ITU GAK MEMILIKI LAGI PERASAAN APAPUN DALAM HUBUNGAN INI. Lo harus bisa sadar diri, dasar cowok rendahan!

Gw mau ngasih tau. Ada alasan tertentu kenapa dulu dia jadi balikan sama lo, mungkin karena dia gak mau jadi pihak yang merasa salah/disalahkan (since dia ketauan dekat sama orang lain), sehingga dia mau balikan sama lo, supaya lo yang akhirnya minta putus..

Ini adalah game2 Post Relationship. Dan lo sepertinya lagi kalah dalam permainan ini.

nih poin yang harus dipahami sama laki laki rendahan dan ngarep macam lo:

1. Apakah selama pacaran ini lo terus-menerus sama doi? maksudnya gak punya kegiatan lain. kek jalan/nongkrong sama temen atau keluarga? Kalau iya, maksud dia adalah supaya lo punya kehidupan lain.

2. Apakah belakangan ini lo menjadi lebih posesif? seperti nanya dia lagi apa dimana dan sama siapa?

3. Gak ada yang bisa memperbaiki hubungan lo, yang bisa lo lakukan adalah memperbaiki diri lo semaksimal mungkin, sambil bener-bener mencari kehidupan/kegiatan lain selain mengurusi pacar lo.

Satu kabar buruk, kalau lo gak segera mencari kegiatan lain kemungkinan besar lo akan ditinggal (faktanya lo udah ditinggal) sama pacar lo, dan terbuang di tempat sampah.

Kabar baiknya! kalau lo sudah menemukan kegiatan baru yang membuat lo happy maka saat nanti kalau "shit happen" dan lo putus, paling gak lo sudah memiliki kegiatan lain untuk menggantikan "pacaran" lo.

karena sesungguhnya, setiap orang wajib dan harus memiliki kehidupan lain diluar pasangannya!

Jika kehidupan lo monoton dan hanya berputar di kerjaan/kuliah, game, shopping, tidur, dan pacaran, ya jelas lama-kelamaan pasangan lo akan bosan!

Jadi cari kehidupan baru, cari petualangan2 seru, kerjakan hal2 yang ingin lo kerjakan. Ada bagusnya lo mengejar passion lo dan mengerjakan hobby lo! tentu saja gak semua waktu lo dihabiskan kesana ya..tapi paling gak lo gak terus menerus menganggu pacar lo. Kalau dalam bahasa asingnya sih "live your life!"

Mau konsultasi soal yang lain?

lo bisa hubungin gue di :
email : dinamika108@gmail.com
WA : 0878-4851-1663
Line : galby_vernanda.

Adios!
Share:

Rabu, 17 Januari 2018

Hahahaha

Mau sebrengsek dan semenyebalkan apapun kamu, ternyata aku gabisa membenci kamu :( . Ternyata sayang sendirian itu gaenak ya? Huhuhu.. Semakin aku mencoba untuk membenci kamu, semakin aku gabisa ngelupain kamu. Sakit memang, melihat kamu rela membeli ID yang mungkin harganya jutaan hanya sekedar untuk berpasangan dengan pria lain. Sakit.. Sakit banget, dilain sisi aku udah tau lama jika kamu mempunyai lebih dari 1ID, disisi lainpun aku ga ingin percaya jika kamu punya lebih dari 1ID. Hingga entah kenapa tiba-tiba pasangan kamu masuk kedalam club ku, dan aku menjadi tau semuanya.. Kamu tenang saja, aku gapernah akuin kamu didepan pria-pria yang sedang dekat dengan kamu kok, aku hanya mengaku sebagai teman lama kamu aja. Jujur, aku ingin kembali ke saat-saat kamu belum bosan denganku, saat dimana kamu memberiku random gift untuk yang pertama kalinya, kamu memberiku banyak ciki, ahhh ingin rasanya aku kembali dimasa itu, dan selamanya disitu. Kamu yang pernah berkata "By, kalo ada cewek yang godain kamu, bilang aku ya! Biar aku gebuk! Enak aja godain beruang orang" aku sangat senang kala itu, kamu yang pernah bilang "By, tau ga? Semakin lama aku semakin cinta sama kamu" hahaha aku ingin berada dimasa itu selamanya. Aku merasa, itu hanya terjadi beberapa hari yang lalu. entah kenapa, tiba-tiba waktu berputar begitu cepat. Sebelum priamu memberi tahu semuanya, sebenernya aku sudah tau akan semua kebohonganmu, tapi aku lebih memilih untuk mempercayai kebohongan kamu drpd harus melihat fakta yang ada. Ya, karena aku sayang kamu :) bodoh? Memang. Saat dimana aku menulis ini adalah saat dimana aku benar-benar merindukan kamu. Aku ingin bersama kamu, sekarang-besok-dan seterusnya, iya kamu :) walaupun ga mungkin sih :) semoga kamu bahagia selalu ya!!
Share:

PERNIKAHAN KEHENDAK SIAPA?

Bermula ketika gue dan beberapa teman lagi nongkrong disebuah cafe dipinggiran Jakarta
dan teman dari teman gue ini habis putus dengan pacarnya, lantas beberapa dari teman gue menanyakan perihal tersebut kepada orang itu

"Lo kenapa putus? kayaknya kemarin baik-baik ajadeh"
"Kok bisa putus? kenapa bro? sabar yak"

dan hal-hal seperti itu mereka pertanyakan.

dan yang bikin gue kaget adalah, ketika orang yang baru putus tersebut menjawab pertanyaan teman-teman gue seperti ini.

"Iya, gue putus. soalnya nyokap gak setuju sama dia. katanya masih belum dewasa, ini itu, gue masih sayang sih sama dia. tapi gue gabisa membantah permintaan orang tua juga"

gue yang tadinya sedikit ga peduli dengan keadaan mereka, menjadi sedikit tersentil untuk berfikir.

Putus, karena menurutin kemauan orang tua itu worth it ga sih? wajar ga sih?

Kita terdidik dibudaya timur. dimana menuruti dan membahagiakan orang tua adalah hal yang penting. karena jika orang tua hanya merestui lo dengan si A, maka lo harus bersama si A. padahal lo tau, si B bisa membuat lo jauh bahagia daripada si A.

gue bukan menyuruh pembaca blog gue ini untuk menentang orang tua kalian tentang pasangan kalian, enggak. sama sekali enggak. tapi 1hal penting yang harus lo fikir adalah, membahagiakan "saja" membuat lo meraih kebahagiaan jangka pendek. sementara pernikahan adalah proyek jangka panjang dimana lo adalah aktor utamanya. dan bisa juga disebut bahwa keluarga bahkan orang tua lo hanyalah sebagai penonton.

Suatu saat, orang tua lo akan meninggalkan lo sendiri, Jika mereka sudah tiada. maka otomatis pernikahan lo menjadi tidak berguna untuk membahagiakan siapapun. apalagi jika lo menikah dengan orang yang salah. tinggal menyisakan ketidakbahagiaan lo seumur hidup.

Lo gaperlu anggap tulisan gue ini. karena jujur gue belum pernah berada di posisi itu, ya orang gue jomblo kok. Hahaha
Share:

Selasa, 16 Januari 2018

J & D

Kenapa lo gabisa move on segampang lo move on dari dia?
Pertanyaan terkonyol yang menggelitik gue untuk menulis artikel ini.


Oke, awal gue kenal Jesseh dlu, adalah saat dimana gue masih berhubungan baik bersama Dhea
sikap awal gue kenal Jesseh adalah, gue ga memperdulikan dia. gue ga pernah mendengarkan hal-hal yang ga penting yang dia omongin. karena apa? karena waktu gue pacaran sama Dhea, kami selalu membahas hal-hal yang berbobot. hal-hal yang penting, tentang apapun itu. jika tidak ada hal yang penting, maka tidak akan ada chat diantara kami berdua. dan gue, dulu gue nyaman didalam keadaan tersebut. gue terapin juga ke wanita-wanita yang baru gue kenal, selama ga ada hal penting yang di obrolin, gue ga akan balas chat lo. Jesseh tau itu, dia sangat tau. tapi entah kenapa dia menjadi semakin gigih untuk ganggu hari-hari gue dulu,tiba-tiba dia tambah bawel. dia menjadi seperti.. wanita dengan 10 mulut, dia menjadi banyak omong, dan gue, gue menjadi sangat terbiasa dengan itu. gue mulai menjadi pendengar yang baik untuk Jesseh, gue mulai dengerin ocehan-ocehanya. hari-hari gue menjadi berwarna karena ocehan dia. gue yang tadinya merasa terganggu oleh kebisinganya, menjadi sangat menyukai kecerewatanya. gue selalu senyum-senyum senang ketika pagi-pagi melihat layar hp gue ada sekitar 80an unread message, dan itu semua dari Jesseh. ada juga beberapa voice note. gue menjadi sangat nyaman. dan ocehanya itu bahkan menjadi sesuatu yang gue tunggu-tunggu disetiap pagi. lalu tiba-tiba dia menjadi agak diam, dia ga ngebalas chat gue lagi. ngebalas hanya sekedar say hi lalu menghilang lagi. tiba-tiba dia mendapat kan teman-teman baru yang mungkin itu lebih menyenangkan daripada gue, tiba-tiba kehidupan gue berubah 180 derajat seperti semula. seperti saat-saat sepi memeluk erat diri gue. hal menyenangkan yang gue rasakan, seakan-akan hilang begitu saja. Jesseh bilang, dia mulai jenuh sama gue. katanya gue gini-gini aja. yaa, mungkin dia mulai jenuh untuk ngabarin gue disetiap pagi. dia mulai jenuh untuk kirim puluhan chat dan voice note ke gue, dia mulai jenuh untuk ngabarin gue. yang dimana itu adalah hal yang paling gue suka didalam hidup gue. hal yang paling menyenangkan yang gue rasakan. contoh perbedaan mencolok mereka berdua adalah, ketika gue sedang frustasi akan 1hal, Jesseh akan mencoba untuk menenangkan gue, dia akan berbicara panjang lebar untuk menenangkan gue. dan itu membuat gue senang, itu membuat gue sangat nyaman. gue merasa seperti sangat dicintain, sedangkan Dhea, jika gue cerita ke Dhea, dia hanya akan membalas "Ah, itu karena EQ lo rendah by. lo harus bisa mengontrol EQ lo lagi, agar lo ga gampang frustasi" well, saran yang bener. tapi lebih tegas. yang 1 to the point, yang 1 dilembut2kan. jika lo bertanya kepada gue, mana yang membuat gue sangat nyaman? gue akan dengan tegas menjawab "JESSEH LEBIH MEMBUAT GUE NYAMAN" jika gue nyaman dengan Jesseh, dan Jesseh sudah ga nyaman lagi sama gue ay, apakah gue harus memaksa Jesseh untuk tetap bersama gue? enggak kan? jika gue menyuruhnya seperti itu. gue malah akan terlihat selfish, jadi lo gabisa menyamakan keadaan putus dengan Jesseh dan putus dengan Dhea itu adalah hal yang sama. sama sekali enggak ay! berbeda jauh.
Share:

Senin, 15 Januari 2018

H-4

Akankah semua kembali seperti dulu?
gue rasa enggak, 4hari tepat sebelum gue memutuskan sesuatu yang besar didalam hidup gue.
dan masih tidak ada 1 kejujuran pun yang lo ucapkan?
Kini, semuanya sudah hancur.
Mimpi yang kita rakit
Harapan yang kita ucapkan
Janji yang telah kita rangkai.
Kini tidak menyisakan apapun, hanya karena ke'egoisan kita.
Sekarang, sudah tidak ada lagi tegur sapa diantara kita.
Tidak ada senyum lagi disaat kita berjumpa
Tidak ada lagi cerita disaat kita bertemu.
Yang ada hanya diam,sunyi,sepi..
Andai, masih ada sedikit kepedulian lo terhadap hubungan ini
Mungkin jalan ceritanya akan berbeda.
Tapi, gue rasa sudah tidak bisa lagi ada cerita di antara kita.
Karena lo lebih mementingkan ke'egoisan lo
Lo lebih mementingkan orang lain
Disaat gue berusaha menyadarkan lo.
Hanya ada 1 kalimat yang membuat gue tersadar.
"JANGAN SOK MERASA PALING PEDULI SAMA GUE"
Hahaha, setelah sekian lama, gue baru tersadar akan 1hal.
gue tersadar, selama ini gue hanyak sok peduli.
sok peduli...
Yaaa..
Mungkin ini adalah akhir dari semuanya.
Lo berbahagia dengan orang lain.
Gue fokus kuliah di kota lain.
Gue seperti orang pengecut, yang langsung pergi begitu saja ketika putus.
Gue..gue berharap ga akan berakhir secepat ini.
tapi, harapan hanyalah sebuah harapan.
Jadi, selamat menikmati hidup baru dengan orang yang baru.
Share:

Minggu, 14 Januari 2018

LAGI-LAGI SI AY****

Well, lo lagi lo lagi ay Hahahaha. gue gabisa bilang "lo fikir secara logis dong ay" blablabla, karena emang cinta itu ga butuh logika. cinta itu ketertarikan, siapapun pasanganya kalo lo cinta ya lo bakal keliatan tolol. tolol karena cinta.

oke langsung ajaya.
bermula ketika gw lagi nonton...ya. nonton one piece Hahaha, muncul lah seorang dukun yang menebak-nebak kalo gue belum tidur, dan... yaps, lo benar ay. sangat benar. gue belum tidur.




Kan kemarin sudah gue kasih tau alasan untuk tidak menerimanya kembali, dan lo masih saja percaya dengan semua apa yang dia katakan? gini ya ay.

1hal yang harus lo tau, kalo lo siap bermain api, lo harus siap juga kebar. dan nantinya bisa gue tebak, LO AKAN TERBAKAR HABIS!. 

Sekarang pihak yang paling merasa diuntungkan adalah cowok lo ay, dia punya selingkuhan yang memberia dia benefit dalam bentuk yang lo nggak tau. (kalo ga ada benefitnya, tentu dia ga akan selingkuhin lo ay, dengan alasan apapun.) dan dia juga punya pacar (lo) yang juga memberia dia benefit.

Menurut ngana, kenapa dia harus buang salah satu kalo dia bisa memilikin keduanya? 

...dan coba pikir ini baik-baik ay, kalo dia bisa bareng selingkuhanya tanpa ketauan lo(pacarnya), menurut lo, bisa ga dia bareng orang lain lagi tanpa ketahuan sama lo?

coba trace ke awal lagi ay, kenapa lo bisa sampe kedalam keadaan kaya gini? kenapa? karena lo terlalu bodoh ay! lo terlalu percaya semua janji-janji manis dia, gue udah bilang sama lo. manusia ga akan bisa berubah, persentase mereka berubah itu kecil ay!

gue coba bagi pengalaman gue sama jesseh aja ya ay pas masa pacaran kemarin, satu yang gue pegang pas masa pacaran adalah kepercayaan. gue maupun jesseh harus jujur tentang apapun, gue ketemu mantan gue, gue jujur sama jesseh. soal dia marah atau enggak, itu belakangan. intinya gue jujur. begitu juga jesseh.

saat gue atau jesseh melanggar kepercayaan kita, kita udah berkomitmen untuk putus, dan ga akan kembali lagi. itu yang gue lakuin sekarang. tapi, semua kembali lagi ke elo ay, lo bisa nolerir kelakuan cowok lo? oke itu hak lo.

intinya, dalam setiap hubungan harus ada prinsip atau nilai-nilai yang kalian junjung tinggi. itu kalo lo mau hubungan lo bukan sekedar cinta alay anak ABG. 

sebelum lo curhat sama gue, beberapa temen gue juga banyak yang curhat ke gue, dan mereka shock dan gamau curhat ke gue lagi, setelah gue kasih tau ugly truth nya. mereka lebih memilih untuk ga mempercayain apa yang gue bilang, dan menganggap gue ini omong kosong. akhirnya mereka tetep ngelakuin ngemis-ngemis perhatian ke pasangan. dan gue berharap lo jangan sampai berprilaku kayak mereka ya ay!

lo bertanya sama gue, lo harus ngapain kan? gue cuma bisa kasih 3saran ke elo.

1. Lo kumpulin keberanian, dan lo bilang ke dia, lo gamau ada cewek lain di hidup dia. dan minta cowok lo memilih, antara lo atau cewek itu yang katanya cuma ditolongin. Tunjukin ke cowok lo ay, kalo dia gabisa dengan mudah dapetin apa yang dia mau.
2. Karena lo nggak berani, langsung mundur dan hilang aja dari kehidupannya. Miliki kehidupan yang menarik. Temui banyak teman. Miliki banyak relasi dengan berbagai suku dan gender. Lakukan petualangan-petualangan pribadi. Karena hidup lo berharga.
3. Nggak usah ngapa-ngapain, tetep izinin cowok lo masuk di kehidupan lo, tetep izinin dia ngerusak mood lo dan hari-hari lo. bahkan tidur malam lo, jangan lupa ke indomart beli tisu yang murah, dan curhat setiap tengah malam ke gue. dan gue akan tiap malam juga ngomelin lo ay :)

apapun yang lo pilih, menentukan gimana nantinya lo dimasa depan ay.

Goodluck
Share:

Sabtu, 13 Januari 2018

Jumat, 12 Januari 2018

Kalimat ternyesek yang kamu ucapkan adalah


"APAANSIH? KOK KAMU JADI NGERASA YANG PALING PEDULI SAMA AKU?"

Ya Allah, rasanya....
Share:

How to move on? special for Ay***

seseorang bertanya kepada gue, gimana cara untuk move on? well move on sendiri itu sesuatu yang menurut gue sangat susah untuk dilakukan. tapi, kalo gue ga recover dan terus-terusan galau gue ga akan bisa seperti sekarang ini, dimana gue udah bahagia. gue bahagia dengan wanita lain sekarang, awalnya gue berfikir, gue hanya bisa bahagia jika dengan wanita sebelum ini, gue terlalu bergantung denganya. entah apapun itu, dari mulai materi-sampai keparasaan. gue ga akan bahagia kalo dia ga ngehubungin gue, ga membalas line gue dan gamau lagi telfonan sama gue. well bodoh banget ya gue? awalnya gue berfikir seperti itu. but now? gue sadar. gue bisa bahagia, gue bisa jalanin hidup dan gue bisa membahagiakan wanita yang sedang sama gue sekarang. dia bukan anak game lagi sih, gue udah gamau sama anak game Hahaha. oke lanjut ke cerita si "cewek yg pengen move on ini ya?"

bermula ketika gue lagi nonton anime kesukaan gue, "one piece" didalam anime tsb gue udah sampai scene ketika dimana Portgas D. Ace mati, kebayang dong seberapa serunya scene yang gue tonton? nah munculah tiba-tiba chat seperti ini.



Yaelah ay, hal yang simple aja lo buat susah. jangan dibuat susah. sesayang apapun lo sama cowok ini, jika memang udah ga meyakinkan untuk dilanjut ya jangan dilanjutin. lo harus tegas.
bilang "ENGGAK"

dia pernah ngeduain lo sekali kan ay? apa yang membuat lo berfikir dia ga akan ngulangin kelakuanya itu dimasa depan? apa? karena lo yakin dia orangnya ga kaya gitu? bullshit. gue kemarin ngerasain itu ay. hahaha

Atau dia udah berjanji dia bakal berubah? ngasih lo janji-janji manis bakal berubah dimasa depan? the fuck? lo percaya gitu aja?

Nih ya ay, gue kasih tau lo sesuatu. orang ga akan pernah berubah, kecuali dia udah benar-benar ngerasa stuck atau udah dikasih cobaan yang lebih sama Tuhan. itu juga kecil kemungkinan untuk berubah.

Ay, jadi cewek jangan bego kaya gitu. sekali lo udah dibuang dan diduain sama cowok, pantang untuk kembali lagi ke cowok itu ay, pasang harga diri lo yang sekuatnya ay, kalo perlu kasih hukuman yang setimpal.

lo merasa memberi hukuman itu terlalu kejam ay? nah he will do the same to you. kalo posisinya dibalik coba?

Ada aksi, ada konsekuensi

He hurt you? you gone.

He cheated on you? you gone with other boys.

kalo jadi cowok yang duain lo sih enak, dia bisa milih antara lo dan cewek simpenanya itu, nah lo? gimana dengan lo ay? kenapa lo ga ngelakuin hal yang sama?

Multiple choice itu selalu hal yang bagus, begitu salah satu kandidat calon pasangan lo kurang ajar, mainin lu, hell even mencampakkan lu, lo bisa dengan gampang berpaling ke pilihan cowok lain ay.
"NO DRAMA, NO BULLSHIT" 

You are the girl, you are the fucking prize.  NOT HIM

Akhir kata dari gue, hati wanita terlalu berharga untuk dibuat sakit dan sedih ay. sana keluar. banyakin pergaulan, ketemu sama orang-orang baru. jangan bertumpu hanya kepada 1 cowok aja.

Dah ah ay, gue mau nonton wanpis lagi. lagi seru-serunya nih!! ah lo ganggu aja
Share:

Selasa, 09 Januari 2018

Jangan mengeluhkan sesuatu yang sudah tidak terlihat, karena sesungguhnya apa yang telah hilang itu belum tentu berharap ditemukan.
Share:

Minggu, 07 Januari 2018

part 3

"Hallo"
"Moshi-moshi, watashiwa Shizuka desu" (Sebenernya dia sebut nama asli dia, bukan nama Shizuka lagi"
"Apasih kamu? jijik aku dengernya tau gak? kayak wibu aja" Jawab gue setengah kesal

"Iyaaa, ada apa Galbyyyy"
"Hmmm, aku suntuk hari ini, kamu kosong gak?" tanya gue.
"Oh kebetulan aku hari ini kosong kok, kebetulan mau ke Toko buku nih, cari buku baru. buat tugas sastra aku, anterin yuk By?"

"Oh yaudah, mau aku jemput sekarang?" tanya gue.
"Iya By, sekarang aja. keburu Hujan. toko buku mana ya By?" dia balik menanya ke gue.

gue bingung, gue harus pergi ke toko buku mana? karena kalo jawab "terserah" itu gapantes banget untuk seorang pria. jadinya gue putusin untuk di toko Buku BXChange

"Gimana kalo di BXChange aja? kan lumayan deket juga tuh"

"Hmmm, yaudah deh By. aku siap-siap dulu, kamu kesini ajaya"

"iya, aku otw sekarang"

gue lalu mematikan telfon dan bergegas untuk mandi dan menjemput Shizuka.

"Permisi" gue mengetuk pintu rumahnya.

"TUNGGU SEBENTAR BYYY, AKU MASIH PAKAI BAJU" terdengar suara teriakan yang ga asing lagi buat gue.

Tak lama terlihat sesosok wanita cantik menggunakan kaos putih dan celana jeans, lengkap dengan cardigan. yang membuat dia menjadi sangat cantik.

"Udah? Yuk" Ajak gue.

"Yuk By, sebentar ya aku keatas dulu mau izin sama orang tua" lalu dia naik keatas tangga rumahnya.

"Dah yuk By, Helm nya mana?"

"Nih, kamu pakai" gue memberikan sebuah helm kepadanya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Sesampainya di BXChange, kami langsung pergi ke lantai 3 untuk ke Gramedia. lalu tanpa berlama-lama Shizuka langsung bertanya kepada salah1 penjaga toko buku tsb

"Maaf Mas, buku sastra yang berjudul In the Icy North ada gak?"

"hmm tunggu sebentar ya mbak, saya cek dulu" lalu petugas itu pergi.

dan gue pergi kesebuah rak komik untuk baca-baca manga baru disana, dan Shizuka masih sibuk untuk muter-muter mencari buku Sastra, tak lama setelah itu Shizuka datang menghampiri gue dan berkata

"Byyyyyyy, bukunya gak ada disini.. gmn dong?" wanita yang gue kenal dewasa, tiba-tiba merengek manja seperti anak kecil, yang membuat gue sedikit ketawa

"Yaudahhh, kalo emang ga ada mau gimana lagi? beli online aja" jawab gue.

"Ihh, kamu tuh gimana sih? masa kaya gitu solusinya. yaudah deh nanti aku cari di online aja" sambil cemberut dia menggandeng tangan gue untuk mengajak pergi dari toko buku tsb.

"Byyy, nonton yuk? mumpung disini. sekalian aja" ajaknya.

"Yuk deh, kamu mau nonton apa Shizuka? kita liat-liat dl aja yuk"

"Hmmm, Byyy ini posternya bagus. nonton yang ini aja yuk?"

"Hah? emang kamu tau itu film tentang apa?"

"Enggak sih By, cuma aku liat poster dan judulnya itu udah seperti mennggetarkan jiwa gituloh"

"Yee jangan liat dari sampulnya aja."

"BYYYYY, pokoknya mau yang ini" tiba-tiba dia cemberut dan tatapan matanya menjadi sangat galak.

"Oke, deh" ga ada yang lain yang bisa gue jawab selain kata oke, karena gue harus menuruti kemauan dia, daripada gue dicuekin berjam-jam nantinya?

"Yaudah Shizuka, kamu beli tiketnya sana" ujar gue bercandain dia.

"Kok aku By?" tanya nya sambil mengkerutkan dahi.

"Ya mau siapa lagi?"

"Kamu kek By!! kamu kan cowok, gimana sih jadi cowok kok kayak gini?" tiba-tiba dia marah sambil ngubek-ngubek tasnya, entah apa yang dicari.

Kami berdua, keluar dari bioskop setelah mendapatkan 2tiket dan muter-muter di BXChange tanpa ada tujuan yang jelas, disepanjang jalan banyak hal yang ditanyakan Shizuka kepada gue, seperti contoh "kamu udah belajar belum buat test penerimaan mahasiswa" dll, yang hanya gue sikapi dengan seadanya.

Lalu, kami berdua tiba disebuah toko yang menampilkan fashion khas cewek yang terpasang rapi kepada Mannequin dibalik dinding kaca. gue mulai merasa janggal, mulai tidak terdengar lagi suara ocehan dari seorang Shizuka, gue menengok ke kanan dan ke kiri, dia hilang. dan pas gue nengok kebelakang, ternyata dia lagi melihat-lihat sebuah Dress. gue hanya bisa menggaruk-garuk kepala karena tingkah Shizuka, gue mengeluarkan earphone lalu memasangkan nya ditelinga dan mendengarkan lagu Missing You - My First Story. dan gak lama setelah itu Shizuka datang menghampiri gue.

"Udah?" tanya gue terhadap Shizuka.

"Yuk balik ke atas By, udah mau mulai kan film nya?"

"Iya, Yuk"

Sesampainya di bioskop, Shizuka lalu menarik sweater gue menuju tempat yang menjual popcorn lalu dia membelinya, dan gue mengambil 2gelas soft drink dan membawanya, sedangkan Shizuka membawa popcorn nya, lalu kami berdua berjalan menuju studio.

Krauk..Krauk...Krauk

gue mendengar suara seseorang yang sedang mengunyah, gue lalu langsung menolah ke arah Shizuka.

"Jangan dimakan dulu!" gue berbicara dengan nada ketus, dan menyenggolnya dengan sikut. andai saja gue ga membawa 2gelas minuman. pasti gue sudah merebut popcorn dari tangan Shizuka.

"Biawin, Manyis Coalna"  dia menjawab sambil mengunyah.

"Awas aja! sampe aku ga kebagian popcornya! aku gabakal kasih minuman ini ke kamu ya?" Gue mengancam kepada Shizuka, tiba-tiba dia langsung manyun dan berhenti mengambil popcorn dengan tangannya. dimana itu membuat gue sedikit tertawa.

Kami berdua duduk bersebalahan, gue menaruh minuman ditempat yang sudah disediakan, lalu bersandar sambil menonton iklan yang tengah ditayangkan. Sebelah tangan gue mulai meraba-raba tempat dimana Shizuka menaruh popcornnya, dan (tanpa sengaja) gue memegang pahanya.

"BYYYY! MESUM!!!"
gue menoleh dengan kaget, dan melihat Shizuka sendang memasang tampang menyeramkan sambil mengangkat ember popcorn dengan tangan nya.

"Eh maaf-maaf. aku ga sengaja, sumpah beneran. aku cuma mau ambil popcorn doang tadi" gue buru-buru meminta maaf kepadanya sambil menunjuk popcorn ditangannya. ternyata ada beberapa pasang mata yang melihat ke arah kami berdua. untungnya suasana disini agak redup, jadinya sepertinya mereka gabisa melihat wajah gue yang mulai memerah dan kepanikan.

"NGOMONG MINTA KEK" ujarnya ketus.

"Iya-iyaaaa, sorry deh.."

Shizuka langsung memberikan popcorn dan gue mencomot sebanyak-banyaknya.

"By.. Laper?"

"Bawel."

"Tadi, kamu malu ga By?" Shizuka bertanya dengan cecengesan sambil memasang wajah tengil.

"Berisik" gue mengambil 1popcorn dan melempar kewajahnya, dia hanya cekikikan.

Ga lama kemudian, akhirnya film yang ditunggu-tunggu akhirnya diputar. kami berdua lalu larut kedalam film tersebut.

*****

Kami berdua baru selesai nonton sekita 2jam kemudian langsung memutuskan untuk pulang kerumah. Ternyata oh ternyata, sesampainya kami dilantai 1, ternyata hujan sudah turung lebat dan bisa terbilang SANGAT LEBAT. 

"Yah hujan nih, gimana? kamu mau pulang sekarang apa nanti?" Shizuka bertanya kepada gue.
"Hmmm, hujan-hujanan mau?" tanya gue balik.
"Yaudah deh By, udah sore juga"
"Oke bentar ya, aku cari ojek payung dulu"

"Payung Bang" ada seorang anak kecil yang menghampiri gue, sambil menjulurkan payung yang ukuranya lebih tinggi dari anak tersebut. Anak ini sudah basah bermandikan air hujan, dari ujung kepalanya sampai ujung kaki. dia tanpa menggunakan alas kaki. Sesekali dia menyeka air yang ada pada wajahnya sambil menyunggingkan sebuah senyuman. A tough kid in a cruel world. Gue langsung mengambil payung dari anak tersebut.

"Berapa dek?"
"Goceng bang"
"Oke. bentar ya dek." gue menyuruh anak kecil tersebut untuk menunggu dan gue langsung kembali masuk kedalam untuk menjemput Shizuka.

"Ayo, aku dapet payung nih" gue memanggil Shizuka dan mengangkat payung yang gue pegang.

"Sini dek, bareng aja biar gak kehujanan." Gue mengajak anak kecil tersebut untuk berteduh dibawah payung yang ternyata ukuranya cukup besar untuk 3orang.

"gausah bang, gapapa"

"Sini aja dek bareng, gapapa" Gue kembali membujuknya.

Dengan tampang yang ragu-ragu, dia mulai masuk dan berteduh dibawah payung yang gue bawa. kemudian kami bertiga menyebrang kesebuah parkiran motor yang letaknya ada disebrang mall tersebut. gue tersenyum kecil ketika melihat tangan anak kecil ini dengan sigapnya terangkat dan membuka telapak tangan nya untuk memberhentikan kendaraan yang lewat. 

Tangan Shizuka melingkar pada lengan kiri gue yang sedang memegang payung, sedangkan tangan kanan gue berusaha untuk memegang anak kecil tersebut, agar dia tidak jauh keluar dari payung dan terkena hujan. alhasil baju gue bagian kanan menjadi basah, beberapa saat kemudian Shizuka berbisik kepada gue

"Byy, kita nanti kalo nikah dan punya anak. terus pas kehujanan akan kaya gini juga gak ya?" gue hanya tersenyum kecil untuk menanggapinya.

Kami bertiga telah sampai diparkiran. gue mengucapkan terimakasih kepada anak kecil tersebut sambil menutup payungnya dan mengembalikannya. Gue mengambil dompet dan memberikan uang yang lebih dari nominal yang ditawarkannya.

"Bang, ini kebanyakan. gak ada kembalian"  Gue tersenyum mendengar kalimat anak kecil tersebut, lalu gue memegang dan menutup telapak tangan anak kecil tersebut. 

"Makasih ya bang" Anak kecil tersebut girang lalu berlari menjauhi kami berdua, gue masih tetap memperhatikan dia yang tengah berlari hingga punggungnya hilang dibelokan.

"Kamu apa ga kebanyakan By ngasihnya?" Shizuka membuyarkan lamunan gue.

"..." Gue menghela nafas sebentar, sambil mengantongi lagi dompet gue.
"Hari ini kita udah ngeluarin uang ratusan ribu, untuk nonton dikursi empuk dan makan, makanan yang menurut mereka pasti mewah. aku yakin, kalo mereka ga setahun sekali pasti bisa merasakan apa yang sekarang kita rasakan sekarang. kita harus rajin-rajin bersyukur untuk apa yang kita punya sekarang, karena pasti masih banyak orang yang kaya anak kecil tadi diluar sana, bahkan untuk makan sehari-hari pun sulit." Gue berkata panjang lebar, dan Shizuka hanya tersenyum melihat gue.

"Mana Jas Hujan nya By?" 
"Sebentar ya" Ujar gue

"Nih, kamu bisa pakai sendiri kan?" lanjut gue.

"Ya bisa lah Byyyyy" 

"By?"

"Hmmm apa?"

"Aku... aku sayang banget sama kamu"
Share:

goodbye, really goodbye.



Hmmm, Hai Jess? lo pasti akan baca ini ya? oke langsung gue mulai ajaya

Gue mau minta 1hal sama lo, ini yang terakhir kalinya.
Tentang janji gue yang dulu, lo masih ingat gak?
"Kalo sampe kita putus lagi, lebih baik kita gak kenal"
Ingat dong ya?
Dan kayaknya gue akan bertekad untuk ngelakuin itu mulai sekarang deh.
Bukan gue sok ganteng atau gimana ya, setelah gue fikir-fikir. kita gak akan bisa balik lagi seperti dulu jess.

Sekarang, gue mau minta lo, untuk berjanji sama gue Jess.
Kalo suatu saat nanti, ada cowok yang bener-bener serius samalo.
cobalah lo buka hati lo untuk dia Jess.
Kasih dia kesempatan untuk ngebahagiain lo Jess
Siapa tau dia bisa jadi jauh lebih baik dari gue?
Dan gue yakin, dia bisa membuat lo lebih bahagia dari sebelumnya.

Janji ya Jess?



Jess, gue pernah baca sebuah artikel
Artikel itu berisi fakta tentang seseorang yang mudah menangis kaya elo ini.
Dan lo tau apa yang tertulis di artikel itu?

Gue baru mengetahui bahwa seseorang yang mudah menangis adalah seseorang yang berhati lembut.
Sangat lembut sekali...

Karena itu, beruntunglah bagi lelaki manapun nantinya yang mendapatkan hati elo.
Karena lo adalah perempuan berhati lembut yang pernah gue kenal.

GoodBye Jess! Jaga diri baik-baik ya!

Oiya, lo boleh kok memasang nama Jace lagi di Line lo.
Karena itu udah bukan merupakan urusan gue lagi.



Share:

part 2

"Gel bangun Gel, gue mau cabut" Terdengan suara temen gue yang mau pulang, kemarin dia nginep di kost gue. gue yang sedang tidur akhirnya nyerah dan bangun.

"Iye mang lo pulang aje, gue masih mau tidur. jangan lupa tutup pintu"

gue gasadar sudah berapa lama gue tertidur. yang jelas tiba2 ada tangan yang sedang memukul2 pipi gue.

PLAK PLAK PLAK

"Bangun Galbyyyyyy!!! Kebo banget sihh kamu tuh!!" seseorang membangunkan gue sambil memukul-mukul pipi gue.

'Hah? apaansih mang, kalo mau pulang ya pulang aja" ujar gue dan membalikkan badan sambil mengucek mata.

"Byyyyyyyyyyyyyyyy BANGUN!!! DASAR KEBOOO" seseorang itu langsung teriak dikuping gue dan menggelitikin gue.

DEG!

"Shizuka" ? gue gatau kenapa tiba-tiba dia ada disini, kenapa tiba-tiba dia bisa masuk ke kost gue? yang dimana itu anti banget sama yang namanya perempuan. entahlah gue gabisa mikir panjang lagi. gue langsung bergegas duduk dan minum segelas air putih.

"Emmm, Shizuka kapan dateng?" (FYI : Di adegan yang sesungguhnya gue nyebut nama asli wanita itu, tapi disini gue bilang aja Shizuka, biar jadi penasaran aja Hahaha)

"Barusan by, Hehehe" Jawabnya sambil tertawa.
"Kok gabilang dulu sebelumnya mau ke kost? ada apa?" tanya gue tanpa penuh dosa.
"Gapapa" tiba-tiba raut wajahnya berubah jadi judes. sejudes-judesnya orang judes. mungkin lebih mirip sama Harimau betina yang belum makan karena selalu gagal berburu mangasanya.

Gue membulatkan bibir, lalu masuk kamar mandi untuk menjalani ritual sehari-hari dan masih berfikir, Shizuka kenapa kesini ya? ada apa? kok tumben.

entah sudah berapa lama gue bengong, akhirnya gue memutuskan untuk sekalian mandi. karena malu kalo bau didepan cewek, Hahaha.

"Kamu beneran ga inget tentang apapun By? :)" iya! dia senyum. tapi ini beda, senyumnya jauh lebih menyeramkan. gue lalu memaksa otak gue yang lelet ini untuk berfikir. "Shizuka kenapa ya?"
1 hal yang gue sadari disini adalah "ada yang salah sama Shizuka"

Gue lalu duduk didepan PC dan melihat ke arah luar kost, sambil sedikit berfikir. gue mencoba mengingat-ingat lagi kesalahan gue sama Shizuka, karena gamungkin shizuka dateng sepagi ini ke kost gue dengan hawa membunuh yang mematikan. Ah gue salah apa sama lo ya?

Entah sudah berapa lama gue berdiam diri, gue berjalan keluar kost namun tidak melihat Shizuka dimanapun. gue mulai ke kamar mandi, ke halaman samping yang sedang dibangun, kosong... kini jantung gue mulai berdegup kencang, gue takut dan was-was kalo tiba-tiba Shizuka pergi tanpa memberi tau apapun kesalahan gue.

Gue melempar badan di atas kasur, hingga terdengar suara "BUG" yang kencang sekali. gue tiduran sambil menyilangkan tangan, gue masih ga ngerti kenapa Shizuka tiba-tiba kayak begini. gue bangkit dari kasur, dan mengambil jaket lalu pergi keluar untuk mencari Shizuka.  kalo Shizuka memang berniat untuk pulang, dia pasti belum jauh. karena jarak dari kost gue kejalan raya itu lumayan jauh.

Gue berjalan setengah berlari sambil celingak celinguk kanan-kiri, siapa tau gue melihat sosok Shizuka disuatu tempat, tapi na'as gue tidak mendapatinya dimanapun. gue ngos-ngosan dan kecapek'an. gue bersandar disuatu tembok rumah orang. dan tidak lama gue berjalan sempoyongan untuk pulang ke kost.

Shizukaaaaa..... kamu dimana??? :c

kini gue bersandar di depan pc sambil menyesali kebodohan gue, kenapa gue gabisa menahan dan menemukan Shizuka dimanapun..

Apa iya? gara-gara semalam gue begadang main PES sama temen gue?
tapi, jika gue memang main PES. harusnya dia ga semarah ini sih.

paling, marahnya cuma kaya gini :

Gamungkin jauh lebih marah dari ini, jika hanya karena gue begadang. ini pasti ada sesuatu yang sangat penting yang gue lupakan.

Gue mengusap wajah berkali-kali, lalu terdengar suara pintu kost gue terbuka "ckrekk" paling itu si kunyuk mamang, karena udah biasa dia dateng jam segini, eh tunggu, tapikan dia tadi pulang habis beliin gue sarapan? siapa ya ini? ahh ternyata Shizuka datang lagi sambil membawa sebuah kantong kresek kecil ditangan nya. ahh perasaan gue lega campur senang. tanpa pikir panjang, gue langsung menghampirinya dan memeluk dengan erat.

"Jangan pergi kemana-mana lagi, aku takut. kamu tiba-toba hilang gitu aja" gue berkata pelan disamping telinganya.
"Kamu kenapasih? aku ada salah ya? maafin ya" lanjut kalimat gue.

"Lepasin dulu ah" Shizuka meronta dan meminta gue untuk melepaskan pelukan gue.

"G A K M A U ! ! !" gue mempererat pelukan gue terhadap Shizuka.

"LEPASIN NGGAK BY!!" Shizuka sedikit berteriak, dan gue sedikit kaget. tanpa dikontrol tangan gue mulai melepasnya.
"KAMU YANG KENAPA BY!!" lanjut Shizuka membentak gue

"...."

"kamu kemarin kemana By? kamu udah janji mau ketemu" ucapnya lirih.

"..."

"Kamu kemarin lupa kan sama janji kita? aku udah bilang aku ingin ketemu. mana katanya yang mau ketemu? aku udah kirim location nya. tapi apa? kamu nongol juga enggak. kamu sibuk sama yang baru ya? sampe aku dilupain kaya gini. sibuk sama orang-orang di dunia maya kamu ya?" ada getaran pada suara Shizuka, getaran kekecewaan yang sangat mendalam.
"Aku line kamu berkali-kali kemarin. tapi kamu balesnya gitu. yang bilang gabisa tidur lah, bilang aku galak lah ini lah itulah, kamu ga mikirin perasaan aku By? kamu malah enak-enakan sama temen kamu si Aldy main GAME. kenapa sih kamu itu selalu mentingin game kamu? apa sekarang juga tetep GAME kamu itu yang kamu pentingin?" satu butir air mata kini mulai jatuh. memang, Shizuka sempat ngeline gue berkali-kali. tapi gue ga terlalu menghiraukannya, karena gue lagi kalah dalam pertandingan PES sama temen gue. tanpa sadar, gue udah lupain janjian kita untuk ketemu dan gue udah mengabaikan line Shizuka berkali-kali.

BODOH!! gue cuma bisa berteriak dalam hati, ga ada lagi kata-kata yang sanggup gue ucapkan selain diam dan menyesali perbuatan gue.

"Aku cuma mau dapat kabar dari kamu aja Byy, beneran. ga lebih kok."

"...."

"Kamu ngerti kek Byy, jangan terlalu cuek sama semuanya gitu. pikirin juga sedikit perasaan aku Byy, peka sedikit Byyy. tolong"

Gue membalasnya dengan anggukan pelan, dan hanya kata "Iya dan Maaf" aja yang bisa gue sampaikan sekarang.

"A..Aku minta maaf, aku benar-benar lupa soal kemarin. soal seharusnya kita ketemu. aku bener-bener minta maaf, janji. lain kali aku ga akan ulangin kesalahan aku. INI JANJI SUCI"

"Beneran janji ga akan gitu lagi ya By?"

"Iya.. ini beneran. aku ga akan gitu lagi, Janji SUCI"

Saat gue memberanikan diri untuk menatap matanya, gue melihat dia mulai tersenyum. tapi, kali ini senyum yang sangat manis. dia mulai tersenyum dan menyeka air matanya dengan kedua tangan nya.

"udah ih By, jangan bercandain aku terus, aku lagi sedih jugak!! emmm ngomong-ngomong. nih aku beliin kamu lontong sayur" Shizuka memberikan kantong kresek yang dibawanya kepada gue.

"Loh? aku kan udah dibeliin Nasi uduk sama mamang? it--- Loh kok kebuka?"

"Nasi uduk kamu udah aku abisin, jadinya tadi aku keluar beliin kamu lontong sayur deh. hehehe" ujarnya lalu cengengesan, lalu gue berantakin rambut atasnya.

"Makanan punya aku kok kamu abisin? Huuu dasar"

"Ih! apasih By, udah ah nanti rambut aku berantakan tau" tangannya mencoba melepaskan tangan gue dari rambutnya.

"Biarin aja"

"Yaudah gih, sana makan dulu Galbyyy cepet" Shizuka mendorong gue ketempat duduk dan memaksa gue untuk cepat-cepat makan.

"Ngapain sih dorong-dorong?"

"Biar kamu cepet makan nya"

"Terus kalo aku udah selesai makan? mau ngapain emang?"

"Aku mau ajak kamu keluar By, aku mau seharian Full sama kamu. soalnya kan kamu udah janji mau pergi sama aku?"

"Laaaahhh? kemana emang pagi-pagi gini Shizukaaa?"

"Gatau!! pokoknya keluar aja sama kamu. udah cepetan makan nya"

Nyesssss. hati ini semakin adem melihat senyuman manja miliknya.

Dengan bibir yang tak henti-hentinya tersenyum dan perasaan yang plong gue memakan lontong sayur pemberian Shizuka, yang rasanya menjadi 100x lebih enak disetiap suapan nya.


Share:

Sabtu, 06 Januari 2018

GUE TAU LO PASTI BACA INI!!

gue tipikal orang yang akan memberikan kesempatan kedua.
dan ketika gue sudah memberikan kesempatan kedua, tapi tetap dibohongin. gue ga akan peduli lagi, dengan semuanya. lo mau rusak, atau bahkan ancur sekalian, gue ga akan peduli.
gue akan lebih memilih "diam" dan lebih memilih "acuh" sama hal yang lo alamin

ga akan ada lagi kalimat "jangan jadi berantakan ya"

karena gue udah benar-benar mulai gapeduli. dulu, gue sering bilang.
"kalo ada cowok yang membuat lo lebih nyaman, lo boleh sama dia"

gue gapernah melarang lo untuk pacaran sama cowok ini, atau cowok itu. enggak!
gue cuma nekanin, gue pengen ngebentuk lo menjadi sesuatu.
BUKAN SESUATU YANG GUE INGINKAN. BUKAN!

gue pengen lo suatu saat menjadi seseorang yang spesial.
seseorang yang jauh dari kalimat "BISPAK/CABE"

gue pengen lo suatu saat menjadi wanita yang mempunyai (IQ.EQ.SQ) tinggi.
terpelajar, bermoral dan tentunya menjadi wanita baik-baik.

gue tekanin sekali lagi, gue brokenhome, jadi ketika ada hal yang sedikit aja salah, gue pasti tau
lo bisa aja berbohong dan ngebegoin gue, boleh banget dan bisa banget.
gue gamau debat, jadi akan gue iyain semua kalimat lo.

cowok yang sedang sama lo sekarang, mungkin baik menurut lo, bisa ngejaga lo. akankah itu selamanya? iya? selamanya? well kalo dia kaya gitu selamanya. bagusdeh

tapi andaikan dia berubah menjadi brengsek? andaikan dia memperlakukan lo dengan tidak baik?
lo mau bercerita sama siapa? orang tua? gue yakin lo ga seberani itu.
lo mau bercerita sama gue? sekarang sih gue masih akan dengerin cerita lo. tapi nanti? hati manusia bisa berubah seiring waktu loh :D

ketika gue sudah benar-benar benci sama lo, lo akan gue anggap seperti ibu gue sendiri. lo gue anggap mati, lo gue anggap gapernah ada dihidup gue.

jadi tolong, jika lo ada sesuatu yang disembunyiin. lebih baik lo jujur sekarang, karena mungkin gue akan maafin lo, dan gue akan tetap ngelindungin dan nasehatin lo sebagai mana mestinya yang sudah gue janjiin. tapi jika gue tau sesuatu dengan sendirinya? tenang aja. lo gaperlu takut gue jahatin lo, enggak! gue ga sepicik itu. tapi gue akan berprilaku seperti tadi. "kita gakenal"

gue tau lo baca ini

dan pesan gue terakhir adalah.

"JIKA MEMANG LO SUDAH MERASA BOSAN DAN INGIN BERSAMA PRIA LAIN, BILANGLAH. JANGAN JADIKAN GUE SEBAGAI KAMBING HITAM ATAS HUBUNGAN GELAP KALIAN"


Share:

Jumat, 05 Januari 2018

sick. cih


Ga, Gamungkin!!

Gue memicingkan mata untuk memperjelas dan berusaha melihat lagi, namun tetap. apa yang gue lihat sama sekali tidak berubah. Itu? Itu seseorang yang membeli akun lo, dan dia bermain berdua sama lo! oh shit, ini beneran?

Gue sekarang merasakan bahwa muka dan telinga gue memanas, nafas gue semakin cepat dan tangan gue mengepal. jantung gue berdegup kencang dan... dan hati gue panas, ada perasaan aneh yang sudah lama gak gue rasain, dan baru ini gue rasain. ada perasaan berontak ingin rasanya tiba-tiba masuk dan berkata "LIAT KAN? TEBAKAN GUE GA SALAH KAN?" tapi, gue gamau lakuin. karena lo akan bilang "emang kenapa? lo siapa? kan udah putus" Ahhh yaaa. memang lo benar, kita udah putus, yaa makanya gue urungin apa yang ingin gue lakuin tadi. gue cuma bisa diam.. gue gatau lagi harus seperti apa. gue diam. gue ingin melupakan, tapi semakin gue mencoba untuk melupakan. bayangan lo akan hadir lagi, dan akhirnya terasa sakit lagi. gue.. gue gatau harus apa lagi? apakah pergi dari kota ini belum cukup? Hahaha.


Gue Gakuat..

Gue gakuat, ngeliat orang yang sangat gue sayangin kini tengah berada disatu tempat bersama pria lain. gue menyesal tahu akan hal itu. BODOH!!



Ternyata sesakit ini melihat orang yang sangat gue sayangin, sedang "datting" bersama calon pacar barunya(mungkin).



First, you think the worst is a broken heart
What's gonna kill you is the second part
And the third, is when your world splits down the middle
And the fourt, you're gonna think that you fixed yourself
Fifth, you see them out with someone else
And the sixth, is when you admit you may have fucked up a little

You're goin' through six degress of separation.
Share:

Kamis, 04 Januari 2018

Hahahaha



Bagaimana kutahu
Ada arti di balik tatap mata itu
Bukanlah sekadar Tatap mata biasa
Akhir cerita ini bisa
Jadi berbeda

Mungkin akhir cerita kita
Tetap jadi teman biasa
Yang luar biasa
Share:

?

Sebuah keputusan yang sangat besar, untuk pindah ke kota lain, harus mulai berbaur dengan orang yang baru lagi.. Yahhh, semoga saya sukses dan baik-baik saja dikota ini.
Share:

Rabu, 03 Januari 2018

MUNGKIN SUATU SAAT AKAN KAMU BACA.



Hai kamu, yang pernah ada untuk tidak memperdulikan kebaradaanku. kemudian berbicara tentang merindukanku saat aku telah pergi jauh dan menghilang.

Hahaha, aku terlalu PD ya? tapi aku yakin. saat kamu mampu membaca kalimat-kalimat diatas adalah saat dimana kamu mulai mencariku, kamu mulai mencariku di social media.

Aku adalah pengagum terberatmu, pemuja terhebatmu. dan itu aku lakukan beberapa hari atau bulan belakangan ini. entahlah.... mungkin kamu tidak sadar

Saat dimana seharusnya tidak ada kata cinta mengalir dalam hidupku.
aku telah menyukaimu

Bodohnya aku, kamu mulai terlihat sangat menarik untukku
sangat dan sangat menarik.


Ada apa ini?
Kenapa kamu bisa melupakanku?
Kenapa tak ada satupun aku didalam kenanganmu?
Yang mampu mengingat tentang kita.

Seandainya aku benar-benar berharga untukmu, lantas kenapa aku menghilang?
Atau, apa mungkin kamu yang hilang?
Dengan cara apa aku bisa terlupakan olehmu?

Tapi 1hal yang aku tau.

Didalam sana, kamu ingat? aku pernah berbagi tawa bersamamu.

Kenanganku bersamamu mungkin sedang tertidur, tapi entah bagaimana caranya yang pasti aku akan membuat ALARM terbesar didunia ini untuk membangunkan nya.

tunggu saja.


(:
Share:

Aku telah berusaha melupakanmu.. pergi dari kota ke kota lain mungkin adalah sebuah tindakan untuk sorang pengecut. tapi, semoga saya bahagia tinggal dikota lain. terimakasih
Share:

Senin, 01 Januari 2018

Mau sampai kapan harus mengorbakan waktu untuk orang-orang yang enggan melakukan hal yang sama? Cinta bukanlah sebuah alasan untuk berjuang sendirian. jika tetap memilih berjuang atas nama cinta dan sayang. apakah itu berarti tidak mencintai diri sendiri? Hahaha.
Share:

too late to regret?

Lo, perempuan yang paling berjasa didalam hidup gue. lo yang sudah menemani gue mulai dari SMP. lo yang sudah banyak membantu gue dalam hal apapun, lo yang selalu tau gue jika gue terkena suatu masalah. dan lo juga yang dulu sering nge-sms gue bilang "Fikirin semuanya sebelum bertindak"
gue sekarang sangat butuh sosok lo, gue gatau harus cerita kesiapa? dan dimulai darimana gue harus bercerita? gue memilih untuk menjauh dari lo demi wanita yang gue sayang, yang ternyata hati wanita itu entah sudah dimilikin siapa. gue sangat malu untuk mulai menyapa lo, gue menyesal telah memilih untuk ngejauhin lo. sekarang gue ngerasa sepi.. gue ngerasa sendiri... ketika seperti ini, bayang2 lo kembali hadir, bayang-bayang lo tentang perlakuan manis lo dimasa lalu mulai merasuki fikiran gue lagi. gue rindu akan sosok lo, gue rindu... ingin rasanya gue mulai menyapa dan berkata "HAI!! BANYAK SESUATU YANG MAU GUE CERITAIN SAMA LO, GUE BUTUH SOLUSI"

Ahhhh, tapi gue bingung gimana cara menyapa lo? gue ngerasa sekarang gue seperti tidak pantas untuk sekedar berbincang sama lo. gue merasa gue udah ga pantas untuk berkata "hai" ke lo.

untuk lo, dimanapun sekarang lo berada. dengan siapapun lo sekarang. gue hanya ingin menyampaikan, gue kangen sama lo. btw maafin gue ya, gue sempat ngabaikan masukan lo untuk bersungguh-sungguh kuliah. gue gamau cerita tentang kuliah sama lo sepertinya. karena lo pasti akan bilang "Alasan lo hanya untuk menutupi semua kesalahanlo aja. salah mah salah aja, diem renungin mikir dan jangan bantah"

Ahhhh, intinya gue sangat menyesal telah mencoba untuk melupakan lo :)
Share: