Rabu, 31 Januari 2024
Senin, 29 Januari 2024
#30HariRutinMenulisHariKe2
Tentang dia? Bukan. Ini tentang saya, saya yang selalu merindukan Bulan. Tapi bukan pemburu bulan, karena saya belum mampu menaklukkan bulan.
Mungkin ini yang pepatah pernah bilang "bermimpilah setinggi langit", tanpa berfikir semua yang di mimpikan belum tentu juga baik untuk di usahakan. Menurut saya, kita bukan lagi saling memimpikan, karena pada kenyataanya kita pernah bersama.
Saya, sungguh bukan penakluk yang tangguh, bukan pula pelari yang hebat, ataupun pemburu yang lihat. Saya hanya pemerhati yang sangat baik, yang mencoba untuk menopang disaat kamu sedang jatuh, mengangkat kamu saat kamu tidak lagi mampu berdiri, merindukan kamu saat kamu beranjak pergi, dan tentunya saya hanya bisa menjadi pemerhati lagi.
Saya hanya seorang perindu yang tulus, yang hanya bisa berharap kamu akan melihatku. Datang dan lalu pergi saat waktunya tiba? Jika hanya itu kemampuan saya, alangkah sangat baiknya jika saya mundur, Karena kamu adalah bulan, tentu saja sangat banyak bintang yang mengelilingimu, bukan hanya saya.
Saat saya diam, banyak pesaing saya sudah ada di seribu langkah di depan saya.
Pada akhirnya, saya harus menghargai hati kamu, Saya tidak akan mengerti apa yang kamu rasakan jika saya hanya mencoba mengerti kamu.
Ketulusan saya mungkin akan terbalas, tapi mungkin setelah nantinya saya mengerti apa yang kamu rasakan, Karena saya tersadar, saat saya mengerti apa yang saya rasakan untuk disampaikan bukan hanya sekedar di pertontonkan. Saya akan menjadi perindu bulan, yang hanya akan terus memandangi bulan, dan berusaha mengerti, memburu, dan menyampaikan.
Terakhir, saya mengerti dan sadar, kamu sudah bersama bintang yang lain, bintang yang sangat baik, bintang yang jauh dari segi apapun dari saya. Jadi, Berbahagialah!
Sabtu, 27 Januari 2024
Sebuah tulisan nggak tau judulnya apa. #30HariRutinMenulisHariKe1
Seseorang baru aja cerita kalau mereka mau "Cerai", gw bingung harus bereaksi seperti apa.
Jumat, 12 Januari 2024
Sebuah tulisan tentang kerinduan.
Semesta, biar yang satu ini tetap di hati.
Sebagaimana pun berhasilnya kami saling melukai—tidak ada yang bisa memungkiri bahwa dengan ia, aku pernah merasa amat disayangi dan dibahagiakan.
Sebanyak apapun tangis yang meluruh karena irisan luka ini, tidak sebanding dengan tawa yang pernah ia usahakan agar bisa bergema di lisanku kala itu.
Maka, jika nantinya aku sembuh dan luka ini tidak berbekas lagi—biarkan satu nama ini tetap tersimpan dalam sanubari. Hingga saat di mana kelak aku rindu padanya, aku cukup berdiam diri dalam lakuna, mengembalikan ingatan itu meski semu.
Mungkin, ia telah melupakan aku dengan sebaik-baiknya kerelaan. Demikian itu hak baginya, aku pun tidak berharap ia sedalam aku perihal menyayangi.
Dengan begitu, aku tetap berjanji akan sembuh—tetapi izinkan aku untuk tidak melupakannya sepenuhnya.
Terimakasih Z.