Kamis, 31 Agustus 2017

TENTANG AKU, KETIKA MENJADI DIRIMU.

Hai kamu yang mengaku bernama "Galby Vernanda"

Kamu tau? dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam, aku adalah pembencimu no.1
Saat dimana seharusnya tidak ada kamu dikelas ini, dan tiba-tiba aku 1kelas denganmu
Kamu tau? Aku benar-benar muak berada di ruangan bersamamu.

Bodohnya aku, kamu terlihat terlalu kuat untuk ku Lawan, dan tanpa sadar aku diam saja ketika kamu jadikan bahan tertawaan.

Bagaimana ini semua dimulai menurutmu?
Bagaimana?
Aku coba ingat-ingat lagi ya. ingatanku tentang kebencian terhadapmu.

Kamu tau? aku adalah seseorang yang akan pulang ketika bel pulang berbunyi, dan orang yang akan memasuki kelas sesuai dengan waktunya.

Jangan bayangkan aku seperti orang yang sangat pintar, karena aku jauh dari itu semua.
Aku hanya berusaha untuk mengikuti peraturan yang ada, tidak sepertimu. yang melakukan apa yang kamu ingin lakukan.

Mungkin kamu lupa denganku sekarang.
Tapi, jika aku mengatakan aku adalah seseorang yang pandai memberikan tawa, apakah kamu masih lupa denganku "Galby Vernanda" ?

Ah, tapi bukan pemberi tawa seperti yang kamu maksud, bukan pemberi tawa seperti stand up comedy ataupun artis papan atas seperti Sule, bukan by. aku jauh dari itu semua

Aku yang kamu sering kamu panggil sebagai "Sahabat" dengan cara menjahiliku, membuatku menjadi bahan tertawaan didepan kelas. dan membuatku menjadi tampak benar-benar seperti orang bodoh.

Kamu sangat pandai menciptakan lelucon yang sangat lucu untukmu, tapi tidak untuk ku.
Buatku "Galby Vernanda" ? itu adalah hal yang membuatku bersikap keras untuk sangat membencimu hingga saat ini.

Aku tidak perduli dengan semua omongan seseorang tentang tingkatan kedewasaan seseorang dengan alasan apapun, karena itu bukan pembelaan untukmu terus-terusan membuatku menderita didepan kelas.

Aku terisolasi berkatmu "Galby Vernanda" aku jadi sempat berfikir kala itu, apa yang membedakan sebuah kelas dengan penjara? Hahaha meskipun aku belum pernah masuk penjara sih.

Oh iya, kamu duduk tepat dibelakangku. kamu selalu mengerjaiku, entah dengan apapun itu. entah kamu menaruh permen karet di bangku ku, kamu mengambil pulpenku, atau kamu yang tiba-tiba memukul kepalaku ketika kamu bosan.

Kamu ingat? waktu itu sedang tidak ada guru dikelas. seperti biasa ketika tidak ada guru dikelas, kamu mulai menarikku kedepan kelas. dan mengerjaiku habis-habisan sampai mereka tertawa. buatmu lucu, tapi untukku? Jika ini lucu, kenapa hanya aku yang tidak tertawa?

lagian hal seperti ini sudah sering kamu lakukan kan "Galby Vernanda" ? oh iya bukan sering sih, tapi hampir setiap hari.

"Tolong belikan aku ini"
"Tolong kerjakan ini"
"Tolong bayarkan aku ini"

Dan tolong tolong yang lainya selalu kamu ucapkan kepadaku, ketika aku tidak menurutimu? apa yang akan kamu lakukan, sudah tidak bisa aku bayangkan lagi. jadi aku hanya pasrah saja menuruti semua keinginanmu, karena aku tidak ingin menjadi bahan tertawaan anak-anak dikelas. tapi apadaya, setelah aku kerjakan keinginanmu, kamu lagi-lagi mengerjaiku.

Kadang aku berfikir, apakah begitu menyenangkan untukmu membuaatku seperti ini? atau mengerjaiku sampai seperti ini?
Kalau untuk mu ini menyenangkan, kenapa aku tidak sedikitpun tertawa? padahal kamu melibatkan ku didalam candaanmu, lantas kenapa hanya aku yang tidak tertawa?
Entahlah...

Aku tidak akan pernah tau perasaanmu seperti apa, ketika sedang mengerjaiku.
Karena, aku tidak akan melakukan apa yang kamu lakukan. seperti kamu mengerjaiku habis-habisan
aku tidak akan pernah melakukanya terhadap siapapun, karena aku tau rasanya dibuat seperti itu.

Hanya 1hal yang ingin kusampaikan kepadamu

Tobatlah, jangan terus-terusan mengerjai orang lain. kamu tidak akan tau apa yang akan dialaminya, menurutmu mungkin hanya candaan. tetapi kalau yang kamu buat jadi bahan tertawaan tidak sanggup menerimanya? bisa saja dia khilaf dan mengakhiri hidupnya.


Share:

Selasa, 01 Agustus 2017

do you really love me or is it just revenge



Cinta? Atau balas dendam? membalas perbuatan gue dimasa lalu? sungguh picik.

Lo selalu, mencari setitik kesalahan gue, dan menghakimi gue dengan nafsu lo.
padahal, lo sendiri gatau apa maksud dibalik semua itu, walaupun ada alasan tertentu, apakah lo ingin tau? gue rasa enggak. yang lo tau hanyalah, "LO SALAH, GUE HARUS MARAH, DAN LO HARUS MINTA MAAF KE GUE", tapi ketika gue mencoba untuk menjelaskan semuanya, seakan-akan lo gamau tau, dan pengen cepet-cepet obrolan ini berakhir. "Udah ya udah" "Maaf ya"


Pernah ga sih, sedikitpun lo mencoba memikirkan perasaan orang lain? pernah ga?
Perempuan dengan sejuta ego. lo cuma mikirin diri lo sendiri, lo berfikir kalo dalam hubungan ini yang ada hanya tentang lo, tentang gimaan cara lo bahagia? tentang gimana cara lo untuk meluapkan kekesalan yang dibuat orang lain dan meluapkanya ke gue. dan gue? gue gatau, gue gatau lo kenapa. apakah gue berhak tau lo kenapa? berhak? sepertinya enggak. karena setiap pertanyaan "lo kenapa sih?" lo hanya menjawab "gpp kok" Hahahaha, gue berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi yang lo inginkan
gue berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi menyenangkan. padahal gue gabisa menjadi orang yang menyenangkan, gue gabisa menjadi orang yang banyak berbicara, tapi gue mencoba. demi alasan lo "gue udah terbiasa lo cuekin" wtf?


Yaaa, gue tau gue ga sempurna, kadang gue punya beberapa kesalahan kecil, walaupun gue udah mencoba semaksimal mungkin jadi lebih baik, tapi kadang gue punya sedikit salah, lalu apakah lo berhak menghakimi gue? berhak ga? 1 kesalahan lo langsung marah gajelas, dan beberapa hal yang gue lakukan apakah pernah mendapat pujian? yang lo tau hanya "INTINYA LO SALAH, GAUSAH JELASIN APA-APA! CUKUP MINTA MAAF KE GUE, HARGAIN DONG PERASAAN GUE" wtf? gimana cara gue ngehargain perasaan lo? seandainya lo sendiri ga menghargain sedikitpun apa yang gue lakuin.

dan kalo masalah ini udah menjadi besar? apa yang lo lakuin itu sampe membuat gue gabisa berkata-kata akhirnya, kayak seakan-akan lo mulai ninggalin gue didalam keputus asaan, dan memutar balikkan bahwa, ini semua gue yang memulai. ini semua berawal dari gue, dan selalu menjadi salah gue. GUE GUE GUE GUE DAN GUE!!


seandainya ini benar-benar berakhir, gue bener2 ga pengen berhentiin waktu. dan biarkan ini menjadi ironi yang menyedihkan. dan lo gausah merasa bersalah, gaperlu banyak rima, ini semua bukan pertama hal yang gue rasain kok Hahaha.


Hahaha lo tau Shakespeare? yaps sastrawan komedian. seandainya dia tau mungkin dia akan nangis melihat masih ada orang yang sifatnya seperti lo. lo harus taukan? nggak cuma lo yang pengen dimengerti, ga cuman lo yang pengen dicintai. mohon banget nih, rubah sifat lo, gue menulis seperti ini karena gue masih sangat sayang, gue masih sangat berharap kalo semuanya tuh ga terjadi apa-apa. lantas, kalo lo kekeuh ga berubah? dan gue udah benar-benar ninggalin lo? apa arti sayang bila sudah ga ada artinya?

1hal yang harus lo tau, LO ITU BENAR-BENAR PEREMPUAN DENGAN SEJUTA EGO!
Share: