Hai kamu yang mengaku bernama "Galby Vernanda"
Kamu tau? dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam, aku adalah pembencimu no.1
Saat dimana seharusnya tidak ada kamu dikelas ini, dan tiba-tiba aku 1kelas denganmu
Kamu tau? Aku benar-benar muak berada di ruangan bersamamu.
Bodohnya aku, kamu terlihat terlalu kuat untuk ku Lawan, dan tanpa sadar aku diam saja ketika kamu jadikan bahan tertawaan.
Bagaimana ini semua dimulai menurutmu?
Bagaimana?
Aku coba ingat-ingat lagi ya. ingatanku tentang kebencian terhadapmu.
Kamu tau? aku adalah seseorang yang akan pulang ketika bel pulang berbunyi, dan orang yang akan memasuki kelas sesuai dengan waktunya.
Jangan bayangkan aku seperti orang yang sangat pintar, karena aku jauh dari itu semua.
Aku hanya berusaha untuk mengikuti peraturan yang ada, tidak sepertimu. yang melakukan apa yang kamu ingin lakukan.
Mungkin kamu lupa denganku sekarang.
Tapi, jika aku mengatakan aku adalah seseorang yang pandai memberikan tawa, apakah kamu masih lupa denganku "Galby Vernanda" ?
Ah, tapi bukan pemberi tawa seperti yang kamu maksud, bukan pemberi tawa seperti stand up comedy ataupun artis papan atas seperti Sule, bukan by. aku jauh dari itu semua
Aku yang kamu sering kamu panggil sebagai "Sahabat" dengan cara menjahiliku, membuatku menjadi bahan tertawaan didepan kelas. dan membuatku menjadi tampak benar-benar seperti orang bodoh.
Kamu sangat pandai menciptakan lelucon yang sangat lucu untukmu, tapi tidak untuk ku.
Buatku "Galby Vernanda" ? itu adalah hal yang membuatku bersikap keras untuk sangat membencimu hingga saat ini.
Aku tidak perduli dengan semua omongan seseorang tentang tingkatan kedewasaan seseorang dengan alasan apapun, karena itu bukan pembelaan untukmu terus-terusan membuatku menderita didepan kelas.
Aku terisolasi berkatmu "Galby Vernanda" aku jadi sempat berfikir kala itu, apa yang membedakan sebuah kelas dengan penjara? Hahaha meskipun aku belum pernah masuk penjara sih.
Oh iya, kamu duduk tepat dibelakangku. kamu selalu mengerjaiku, entah dengan apapun itu. entah kamu menaruh permen karet di bangku ku, kamu mengambil pulpenku, atau kamu yang tiba-tiba memukul kepalaku ketika kamu bosan.
Kamu ingat? waktu itu sedang tidak ada guru dikelas. seperti biasa ketika tidak ada guru dikelas, kamu mulai menarikku kedepan kelas. dan mengerjaiku habis-habisan sampai mereka tertawa. buatmu lucu, tapi untukku? Jika ini lucu, kenapa hanya aku yang tidak tertawa?
lagian hal seperti ini sudah sering kamu lakukan kan "Galby Vernanda" ? oh iya bukan sering sih, tapi hampir setiap hari.
"Tolong belikan aku ini"
"Tolong kerjakan ini"
"Tolong bayarkan aku ini"
Dan tolong tolong yang lainya selalu kamu ucapkan kepadaku, ketika aku tidak menurutimu? apa yang akan kamu lakukan, sudah tidak bisa aku bayangkan lagi. jadi aku hanya pasrah saja menuruti semua keinginanmu, karena aku tidak ingin menjadi bahan tertawaan anak-anak dikelas. tapi apadaya, setelah aku kerjakan keinginanmu, kamu lagi-lagi mengerjaiku.
Kadang aku berfikir, apakah begitu menyenangkan untukmu membuaatku seperti ini? atau mengerjaiku sampai seperti ini?
Kalau untuk mu ini menyenangkan, kenapa aku tidak sedikitpun tertawa? padahal kamu melibatkan ku didalam candaanmu, lantas kenapa hanya aku yang tidak tertawa?
Entahlah...
Aku tidak akan pernah tau perasaanmu seperti apa, ketika sedang mengerjaiku.
Karena, aku tidak akan melakukan apa yang kamu lakukan. seperti kamu mengerjaiku habis-habisan
aku tidak akan pernah melakukanya terhadap siapapun, karena aku tau rasanya dibuat seperti itu.
Hanya 1hal yang ingin kusampaikan kepadamu
Tobatlah, jangan terus-terusan mengerjai orang lain. kamu tidak akan tau apa yang akan dialaminya, menurutmu mungkin hanya candaan. tetapi kalau yang kamu buat jadi bahan tertawaan tidak sanggup menerimanya? bisa saja dia khilaf dan mengakhiri hidupnya.
Kamu tau? dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam, aku adalah pembencimu no.1
Saat dimana seharusnya tidak ada kamu dikelas ini, dan tiba-tiba aku 1kelas denganmu
Kamu tau? Aku benar-benar muak berada di ruangan bersamamu.
Bodohnya aku, kamu terlihat terlalu kuat untuk ku Lawan, dan tanpa sadar aku diam saja ketika kamu jadikan bahan tertawaan.
Bagaimana ini semua dimulai menurutmu?
Bagaimana?
Aku coba ingat-ingat lagi ya. ingatanku tentang kebencian terhadapmu.
Kamu tau? aku adalah seseorang yang akan pulang ketika bel pulang berbunyi, dan orang yang akan memasuki kelas sesuai dengan waktunya.
Jangan bayangkan aku seperti orang yang sangat pintar, karena aku jauh dari itu semua.
Aku hanya berusaha untuk mengikuti peraturan yang ada, tidak sepertimu. yang melakukan apa yang kamu ingin lakukan.
Mungkin kamu lupa denganku sekarang.
Tapi, jika aku mengatakan aku adalah seseorang yang pandai memberikan tawa, apakah kamu masih lupa denganku "Galby Vernanda" ?
Ah, tapi bukan pemberi tawa seperti yang kamu maksud, bukan pemberi tawa seperti stand up comedy ataupun artis papan atas seperti Sule, bukan by. aku jauh dari itu semua
Aku yang kamu sering kamu panggil sebagai "Sahabat" dengan cara menjahiliku, membuatku menjadi bahan tertawaan didepan kelas. dan membuatku menjadi tampak benar-benar seperti orang bodoh.
Kamu sangat pandai menciptakan lelucon yang sangat lucu untukmu, tapi tidak untuk ku.
Buatku "Galby Vernanda" ? itu adalah hal yang membuatku bersikap keras untuk sangat membencimu hingga saat ini.
Aku tidak perduli dengan semua omongan seseorang tentang tingkatan kedewasaan seseorang dengan alasan apapun, karena itu bukan pembelaan untukmu terus-terusan membuatku menderita didepan kelas.
Aku terisolasi berkatmu "Galby Vernanda" aku jadi sempat berfikir kala itu, apa yang membedakan sebuah kelas dengan penjara? Hahaha meskipun aku belum pernah masuk penjara sih.
Oh iya, kamu duduk tepat dibelakangku. kamu selalu mengerjaiku, entah dengan apapun itu. entah kamu menaruh permen karet di bangku ku, kamu mengambil pulpenku, atau kamu yang tiba-tiba memukul kepalaku ketika kamu bosan.
Kamu ingat? waktu itu sedang tidak ada guru dikelas. seperti biasa ketika tidak ada guru dikelas, kamu mulai menarikku kedepan kelas. dan mengerjaiku habis-habisan sampai mereka tertawa. buatmu lucu, tapi untukku? Jika ini lucu, kenapa hanya aku yang tidak tertawa?
lagian hal seperti ini sudah sering kamu lakukan kan "Galby Vernanda" ? oh iya bukan sering sih, tapi hampir setiap hari.
"Tolong belikan aku ini"
"Tolong kerjakan ini"
"Tolong bayarkan aku ini"
Dan tolong tolong yang lainya selalu kamu ucapkan kepadaku, ketika aku tidak menurutimu? apa yang akan kamu lakukan, sudah tidak bisa aku bayangkan lagi. jadi aku hanya pasrah saja menuruti semua keinginanmu, karena aku tidak ingin menjadi bahan tertawaan anak-anak dikelas. tapi apadaya, setelah aku kerjakan keinginanmu, kamu lagi-lagi mengerjaiku.
Kadang aku berfikir, apakah begitu menyenangkan untukmu membuaatku seperti ini? atau mengerjaiku sampai seperti ini?
Kalau untuk mu ini menyenangkan, kenapa aku tidak sedikitpun tertawa? padahal kamu melibatkan ku didalam candaanmu, lantas kenapa hanya aku yang tidak tertawa?
Entahlah...
Aku tidak akan pernah tau perasaanmu seperti apa, ketika sedang mengerjaiku.
Karena, aku tidak akan melakukan apa yang kamu lakukan. seperti kamu mengerjaiku habis-habisan
aku tidak akan pernah melakukanya terhadap siapapun, karena aku tau rasanya dibuat seperti itu.
Hanya 1hal yang ingin kusampaikan kepadamu
Tobatlah, jangan terus-terusan mengerjai orang lain. kamu tidak akan tau apa yang akan dialaminya, menurutmu mungkin hanya candaan. tetapi kalau yang kamu buat jadi bahan tertawaan tidak sanggup menerimanya? bisa saja dia khilaf dan mengakhiri hidupnya.