Sekarang gue tersadar, beberapa hal bodoh beberapa hari yang lalu selalu gue harapkan. gue selalu berharap bahwa semuanya itu omong kosong, ga harus begini akhirnya.
Tapi, kalo memang sudah ditakdirkan untuk berpisah, mau gimana lagi?
Marah? buat apalagi? apakah akan merubah semuanya? tentu tidak.
Kecewa? Jelas, rasa kecewa itu selalu ada, tapi juga ga bisa berbuat banyak kan? hanya merelakan saja sudah cukup.
Menyesal? Pasti, penyesalan kan selalu datang terlambat, kalo datangnya di awal, itu namanya pendaftaran, Hahahaha.
Gue sekarang merasa seakan-akan gue bebas, bebas dalam artian positif ya.
kalo kata Bon Jovi sih "IT'S MY LIFE" ini hidup gue, gue yang menentukan, bukan siapa2.
Dan lagi, seorang teman pernah bilang ke gue "Lo belum bisa ngapa2in, kenapa harus pacaran? pacaran itu ga asik sob, seakan2 lo itu kaya burung dalam sangkar, ruang gerak lo terbatas, apapun yang lo mau, lo selalu kepikiran kalo pacarlo marah, lo selalu bujuk rayu dia biar dia ga marah lagi, hal membosankan kaya gitu apakah asik? setidaknya lo harus bisa punya apa-apa dulu, kebahagiaan itu bukan tentang pacar ajakan? dalam sedih pun lo bisa bahagia, lo bisa bahagia kapanpun lo mau, dimanapun lo mau dan dengan siapapun lo mau, intinya hanya 1, apakah bahagia lo hanya terfokus kepada 1 Makhluk yang disebut pacar? kalo lo jawab "iya", asli kayaknya lo harus main Malem pulang pagi deh, terus Mainya jauh-jauh gitu."
Panjang ya kalimatnya? ya menang, nyatanya apa yang diomongin sama temen gue itu bener, "Benar menurut gue, belum tentu benar menurut lo"
Jadi intinya sih, Kurang-kurangin lah Galau dan Kecewa karena hidup ini bukan tentang Galau dan Kecewa, keluarlah main. banyak2in bergaul sama orang baru
banyakin minum air putih juga, katanya sih sehat. Hahahaha