Minggu, 19 Mei 2024

A DAY WITHOUT HER #4

 Hi, Its been 4 days without you.

Aku mau ngomong, bahkan jika nantinya kamu mengajak ku bertemu atau bahkan sekedar menghubungiku lagi  entah 1 bulan atau 1 tahun kedepan atau bahkan 5 tahun lagi sekalipun, aku akan tetap menemui mu, aku akan tetap membalas pesan dan mengangkat telfon dari mu, karena kamu akan selalu abadi dalam setiap langkah perjalanan cerita yang kupunya. Kamu pernah menemani masa susah dan senangku, kamu pernah memberiku semangat ketika orang lain berkata mustahil, kamu pernah mengajakku tertawa ketika duniaku sedang tidak baik-baik saja, kamu pernah menjadi bagian terindah yang semesta berikan kepadaku, yah pada akhirnya aku harus senang. Senang melihatmu bahagia, senang bisa mengenalmu dalam keadaan yang baik, meski pada akhirnya tidak denganku, tapi semoga setidaknya doa'aku sampai padamu.

Share:

Sabtu, 18 Mei 2024

A DAY WITHOUT HER #3

 Hi, Its been 3 days without you.

I just wanna remind you

I'm proud of you, most people don't know your story, your struggle, your hustle, or your prayers. Most people don't know you're fighting a silent battle. If you don't hear this often, just know that I'm proud of you. Hang on,

Share:

Jumat, 17 Mei 2024

A DAY WITHOUT HER. #1

 Hai, Apa kabar? nggak sangka ya plot twist banget hahahaha.

Sudah 1 hari sejak nggak ada kamu, atau memang harus nggak ada kamu.

Apa kabar aku? gimana menjelaskan nya ya.. 

Aku kangen banget sama kamu, kangen banget. Kalau ditanya masih sayang sama kamu apa enggak setelah semua yang terjadi, aku masih sayang banget. Kamu adalah satu-satunya perempuan yang ingin aku ajak dalam segala hal apapun, kamu tau nggak rasanya dipaksa ikhlas melepaskan padahal masih pengen banget bareng sama kamu? kamu mau tau rasanya keliatan baik-baik aja di depan teman-teman ku tanpa nggak ada kamu? kamu tau, aku nggak sekuat itu. Kamu kira, selama ini hal-hal yang aku lakuin tentang kamu itu bercanda? aku masih suka nangis kalau ada hal yang bikin aku keinget sama kamu, aku jadi males buat ngapa-ngapain lagi, aku hancur lagi, aku hampa lagi. Tapi lambat laun aku harus menerima semua kenyataan yang ada, bahwa "kita bukan kita lagi". Terimakasih kamu sudah menjadi proses dalam bagian pendewasaanku, dan sempat juga jadi bagian yang paling bahagia untukku. Dan, aku juga minta maaf karena kemarin kamu sedikit terbebani dengan perasaan cinta yang aku tempatkan di kamu, dan ya.. Aku minta maaf pernah segila itu mencintai kamu..

Share: