Semesta, biar yang satu ini tetap di hati.
Sebagaimana pun berhasilnya kami saling melukai—tidak ada yang bisa memungkiri bahwa dengan ia, aku pernah merasa amat disayangi dan dibahagiakan.
Sebanyak apapun tangis yang meluruh karena irisan luka ini, tidak sebanding dengan tawa yang pernah ia usahakan agar bisa bergema di lisanku kala itu.
Maka, jika nantinya aku sembuh dan luka ini tidak berbekas lagi—biarkan satu nama ini tetap tersimpan dalam sanubari. Hingga saat di mana kelak aku rindu padanya, aku cukup berdiam diri dalam lakuna, mengembalikan ingatan itu meski semu.
Mungkin, ia telah melupakan aku dengan sebaik-baiknya kerelaan. Demikian itu hak baginya, aku pun tidak berharap ia sedalam aku perihal menyayangi.
Dengan begitu, aku tetap berjanji akan sembuh—tetapi izinkan aku untuk tidak melupakannya sepenuhnya.
Terimakasih Z.
0 komentar:
Posting Komentar