"Moshi-moshi, watashiwa Shizuka desu" (Sebenernya dia sebut nama asli dia, bukan nama Shizuka lagi"
"Apasih kamu? jijik aku dengernya tau gak? kayak wibu aja" Jawab gue setengah kesal
"Iyaaa, ada apa Galbyyyy"
"Hmmm, aku suntuk hari ini, kamu kosong gak?" tanya gue.
"Oh kebetulan aku hari ini kosong kok, kebetulan mau ke Toko buku nih, cari buku baru. buat tugas sastra aku, anterin yuk By?"
"Oh yaudah, mau aku jemput sekarang?" tanya gue.
"Iya By, sekarang aja. keburu Hujan. toko buku mana ya By?" dia balik menanya ke gue.
gue bingung, gue harus pergi ke toko buku mana? karena kalo jawab "terserah" itu gapantes banget untuk seorang pria. jadinya gue putusin untuk di toko Buku BXChange
"Gimana kalo di BXChange aja? kan lumayan deket juga tuh"
"Hmmm, yaudah deh By. aku siap-siap dulu, kamu kesini ajaya"
"iya, aku otw sekarang"
gue lalu mematikan telfon dan bergegas untuk mandi dan menjemput Shizuka.
"Permisi" gue mengetuk pintu rumahnya.
"TUNGGU SEBENTAR BYYY, AKU MASIH PAKAI BAJU" terdengar suara teriakan yang ga asing lagi buat gue.
Tak lama terlihat sesosok wanita cantik menggunakan kaos putih dan celana jeans, lengkap dengan cardigan. yang membuat dia menjadi sangat cantik.
"Udah? Yuk" Ajak gue.
"Yuk By, sebentar ya aku keatas dulu mau izin sama orang tua" lalu dia naik keatas tangga rumahnya.
"Dah yuk By, Helm nya mana?"
"Nih, kamu pakai" gue memberikan sebuah helm kepadanya.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sesampainya di BXChange, kami langsung pergi ke lantai 3 untuk ke Gramedia. lalu tanpa berlama-lama Shizuka langsung bertanya kepada salah1 penjaga toko buku tsb
"Maaf Mas, buku sastra yang berjudul In the Icy North ada gak?"
"hmm tunggu sebentar ya mbak, saya cek dulu" lalu petugas itu pergi.
dan gue pergi kesebuah rak komik untuk baca-baca manga baru disana, dan Shizuka masih sibuk untuk muter-muter mencari buku Sastra, tak lama setelah itu Shizuka datang menghampiri gue dan berkata
"Byyyyyyy, bukunya gak ada disini.. gmn dong?" wanita yang gue kenal dewasa, tiba-tiba merengek manja seperti anak kecil, yang membuat gue sedikit ketawa
"Yaudahhh, kalo emang ga ada mau gimana lagi? beli online aja" jawab gue.
"Ihh, kamu tuh gimana sih? masa kaya gitu solusinya. yaudah deh nanti aku cari di online aja" sambil cemberut dia menggandeng tangan gue untuk mengajak pergi dari toko buku tsb.
"Byyy, nonton yuk? mumpung disini. sekalian aja" ajaknya.
"Yuk deh, kamu mau nonton apa Shizuka? kita liat-liat dl aja yuk"
"Hmmm, Byyy ini posternya bagus. nonton yang ini aja yuk?"
"Hah? emang kamu tau itu film tentang apa?"
"Enggak sih By, cuma aku liat poster dan judulnya itu udah seperti mennggetarkan jiwa gituloh"
"Yee jangan liat dari sampulnya aja."
"BYYYYY, pokoknya mau yang ini" tiba-tiba dia cemberut dan tatapan matanya menjadi sangat galak.
"Oke, deh" ga ada yang lain yang bisa gue jawab selain kata oke, karena gue harus menuruti kemauan dia, daripada gue dicuekin berjam-jam nantinya?
"Yaudah Shizuka, kamu beli tiketnya sana" ujar gue bercandain dia.
"Kok aku By?" tanya nya sambil mengkerutkan dahi.
"Ya mau siapa lagi?"
"Kamu kek By!! kamu kan cowok, gimana sih jadi cowok kok kayak gini?" tiba-tiba dia marah sambil ngubek-ngubek tasnya, entah apa yang dicari.
Kami berdua, keluar dari bioskop setelah mendapatkan 2tiket dan muter-muter di BXChange tanpa ada tujuan yang jelas, disepanjang jalan banyak hal yang ditanyakan Shizuka kepada gue, seperti contoh "kamu udah belajar belum buat test penerimaan mahasiswa" dll, yang hanya gue sikapi dengan seadanya.
Lalu, kami berdua tiba disebuah toko yang menampilkan fashion khas cewek yang terpasang rapi kepada Mannequin dibalik dinding kaca. gue mulai merasa janggal, mulai tidak terdengar lagi suara ocehan dari seorang Shizuka, gue menengok ke kanan dan ke kiri, dia hilang. dan pas gue nengok kebelakang, ternyata dia lagi melihat-lihat sebuah Dress. gue hanya bisa menggaruk-garuk kepala karena tingkah Shizuka, gue mengeluarkan earphone lalu memasangkan nya ditelinga dan mendengarkan lagu Missing You - My First Story. dan gak lama setelah itu Shizuka datang menghampiri gue.
"Udah?" tanya gue terhadap Shizuka.
"Yuk balik ke atas By, udah mau mulai kan film nya?"
"Iya, Yuk"
Sesampainya di bioskop, Shizuka lalu menarik sweater gue menuju tempat yang menjual popcorn lalu dia membelinya, dan gue mengambil 2gelas soft drink dan membawanya, sedangkan Shizuka membawa popcorn nya, lalu kami berdua berjalan menuju studio.
Krauk..Krauk...Krauk
gue mendengar suara seseorang yang sedang mengunyah, gue lalu langsung menolah ke arah Shizuka.
"Jangan dimakan dulu!" gue berbicara dengan nada ketus, dan menyenggolnya dengan sikut. andai saja gue ga membawa 2gelas minuman. pasti gue sudah merebut popcorn dari tangan Shizuka.
"Biawin, Manyis Coalna" dia menjawab sambil mengunyah.
"Awas aja! sampe aku ga kebagian popcornya! aku gabakal kasih minuman ini ke kamu ya?" Gue mengancam kepada Shizuka, tiba-tiba dia langsung manyun dan berhenti mengambil popcorn dengan tangannya. dimana itu membuat gue sedikit tertawa.
Kami berdua duduk bersebalahan, gue menaruh minuman ditempat yang sudah disediakan, lalu bersandar sambil menonton iklan yang tengah ditayangkan. Sebelah tangan gue mulai meraba-raba tempat dimana Shizuka menaruh popcornnya, dan (tanpa sengaja) gue memegang pahanya.
"BYYYY! MESUM!!!"
gue menoleh dengan kaget, dan melihat Shizuka sendang memasang tampang menyeramkan sambil mengangkat ember popcorn dengan tangan nya.
"Eh maaf-maaf. aku ga sengaja, sumpah beneran. aku cuma mau ambil popcorn doang tadi" gue buru-buru meminta maaf kepadanya sambil menunjuk popcorn ditangannya. ternyata ada beberapa pasang mata yang melihat ke arah kami berdua. untungnya suasana disini agak redup, jadinya sepertinya mereka gabisa melihat wajah gue yang mulai memerah dan kepanikan.
"NGOMONG MINTA KEK" ujarnya ketus.
"Iya-iyaaaa, sorry deh.."
Shizuka langsung memberikan popcorn dan gue mencomot sebanyak-banyaknya.
"By.. Laper?"
"Bawel."
"Tadi, kamu malu ga By?" Shizuka bertanya dengan cecengesan sambil memasang wajah tengil.
"Berisik" gue mengambil 1popcorn dan melempar kewajahnya, dia hanya cekikikan.
Ga lama kemudian, akhirnya film yang ditunggu-tunggu akhirnya diputar. kami berdua lalu larut kedalam film tersebut.
*****
Kami berdua baru selesai nonton sekita 2jam kemudian langsung memutuskan untuk pulang kerumah. Ternyata oh ternyata, sesampainya kami dilantai 1, ternyata hujan sudah turung lebat dan bisa terbilang SANGAT LEBAT.
"Yah hujan nih, gimana? kamu mau pulang sekarang apa nanti?" Shizuka bertanya kepada gue.
"Hmmm, hujan-hujanan mau?" tanya gue balik.
"Yaudah deh By, udah sore juga"
"Oke bentar ya, aku cari ojek payung dulu"
"Payung Bang" ada seorang anak kecil yang menghampiri gue, sambil menjulurkan payung yang ukuranya lebih tinggi dari anak tersebut. Anak ini sudah basah bermandikan air hujan, dari ujung kepalanya sampai ujung kaki. dia tanpa menggunakan alas kaki. Sesekali dia menyeka air yang ada pada wajahnya sambil menyunggingkan sebuah senyuman. A tough kid in a cruel world. Gue langsung mengambil payung dari anak tersebut.
"Berapa dek?"
"Goceng bang"
"Oke. bentar ya dek." gue menyuruh anak kecil tersebut untuk menunggu dan gue langsung kembali masuk kedalam untuk menjemput Shizuka.
"Ayo, aku dapet payung nih" gue memanggil Shizuka dan mengangkat payung yang gue pegang.
"Sini dek, bareng aja biar gak kehujanan." Gue mengajak anak kecil tersebut untuk berteduh dibawah payung yang ternyata ukuranya cukup besar untuk 3orang.
"gausah bang, gapapa"
"Sini aja dek bareng, gapapa" Gue kembali membujuknya.
Dengan tampang yang ragu-ragu, dia mulai masuk dan berteduh dibawah payung yang gue bawa. kemudian kami bertiga menyebrang kesebuah parkiran motor yang letaknya ada disebrang mall tersebut. gue tersenyum kecil ketika melihat tangan anak kecil ini dengan sigapnya terangkat dan membuka telapak tangan nya untuk memberhentikan kendaraan yang lewat.
Tangan Shizuka melingkar pada lengan kiri gue yang sedang memegang payung, sedangkan tangan kanan gue berusaha untuk memegang anak kecil tersebut, agar dia tidak jauh keluar dari payung dan terkena hujan. alhasil baju gue bagian kanan menjadi basah, beberapa saat kemudian Shizuka berbisik kepada gue
"Byy, kita nanti kalo nikah dan punya anak. terus pas kehujanan akan kaya gini juga gak ya?" gue hanya tersenyum kecil untuk menanggapinya.
Kami bertiga telah sampai diparkiran. gue mengucapkan terimakasih kepada anak kecil tersebut sambil menutup payungnya dan mengembalikannya. Gue mengambil dompet dan memberikan uang yang lebih dari nominal yang ditawarkannya.
"Bang, ini kebanyakan. gak ada kembalian" Gue tersenyum mendengar kalimat anak kecil tersebut, lalu gue memegang dan menutup telapak tangan anak kecil tersebut.
"Makasih ya bang" Anak kecil tersebut girang lalu berlari menjauhi kami berdua, gue masih tetap memperhatikan dia yang tengah berlari hingga punggungnya hilang dibelokan.
"Kamu apa ga kebanyakan By ngasihnya?" Shizuka membuyarkan lamunan gue.
"..." Gue menghela nafas sebentar, sambil mengantongi lagi dompet gue.
"Hari ini kita udah ngeluarin uang ratusan ribu, untuk nonton dikursi empuk dan makan, makanan yang menurut mereka pasti mewah. aku yakin, kalo mereka ga setahun sekali pasti bisa merasakan apa yang sekarang kita rasakan sekarang. kita harus rajin-rajin bersyukur untuk apa yang kita punya sekarang, karena pasti masih banyak orang yang kaya anak kecil tadi diluar sana, bahkan untuk makan sehari-hari pun sulit." Gue berkata panjang lebar, dan Shizuka hanya tersenyum melihat gue.
"Mana Jas Hujan nya By?"
"Sebentar ya" Ujar gue
"Nih, kamu bisa pakai sendiri kan?" lanjut gue.
"Ya bisa lah Byyyyy"
"By?"
"Hmmm apa?"
"Aku... aku sayang banget sama kamu"
0 komentar:
Posting Komentar