Lucu ya, standar cantik itu selalu berubah-ubah.
Hari ini orang bilang putih itu indah, besok semua berlomba jadi eksotis.
Hari ini yang kurus dipuja, besok yang berisi dianggap lebih “hidup”.
Dan di tengah semua itu, lu berdiri.
Bukan sebagai definisi.
Tapi sebagai pengecualian.
Gw pernah mikir, dunia ini kejam banget sama kata “cantik”.
Seolah-olah itu cuma milik orang-orang tertentu.
Seolah-olah harus lolos seleksi dulu buat layak dipuji.
Dan jujur aja,
kalau ngikut standar yang mereka bikin—
mungkin lu gak masuk.
Tapi anehnya,
setiap kali gw liat lu ketawa,
semua teori itu kayak runtuh pelan-pelan.
Bukan karena lu tiba-tiba berubah.
Tapi karena dunia yang selama ini terlalu sok tau.
Lu tau gak sih rasanya?
Ngeliat seseorang yang gak “sempurna” di mata banyak orang,
tapi entah kenapa…
justru paling susah dilupain.
Kayak ada sesuatu yang gak bisa dijelasin.
Bukan di wajah.
Bukan di bentuk.
Tapi di cara lu jadi diri lu sendiri tanpa minta izin siapa-siapa.
Dan itu—
itu jauh lebih langka daripada cantik yang mereka banggakan.
Kadang gw mikir,
mungkin bukan lu yang kurang.
Mungkin mata mereka aja yang terlalu sempit.
Karena kalau “cantik” cuma soal ukuran, warna, atau bentuk,
harusnya gampang dilupakan.
Tapi lu?
Lu justru kebalikannya.
Semakin lama kenal,
semakin susah dilepas.
Jadi ya…
kalau suatu hari ada yang bilang lu gak cukup,
gak usah buru-buru percaya.
Karena bisa jadi,
yang gak cukup itu bukan lu—
tapi cara mereka melihat.
Dan percaya deh,
di dunia yang sibuk nyari definisi,
jadi sesuatu yang gak bisa didefinisikan
itu justru kemenangan paling diam-diam.
0 komentar:
Posting Komentar