Rabu, 07 Februari 2024

#30HariRutinMenulisHariKe6 Tentang Series, Tentang Melepaskan, Tapi Nggak Cengeng!

 Januari, 2024.

Mungkin itu jadi bulan dan tahun yang berat untuk gw perihal melepaskan, tapi bukan itu yang mau gw bahas kali ini.

Ceritanya beberapa hari yang lalu, di DS (Discord) teman-teman gw ada yang ngebahas soal series ini, "Normal People" jujur gw belum pernah nonton, tapi setelah liat-liat Review, kayaknya premisnya menarik nih, bahkan seorang teman sampai menodong gw untuk nonton series tersebut, kira-kira gini dia ngomongnya

"Gal, lu harus nonton ini banget sih sebelum lu cari couple lagi"

Heh! Mbak, lu kira gw orang yang kayak gimana dah? Hahahaha

"Cepet nonton Gal, gw liat series ini langsung inget elu, Marianne ini kayak lu banget, cuma versi cowok aja"

Halo, mbak Daisy Edgar Jones, emang kita mirip ya? as a person ya, bukan fisik, jelas gw cowok, keren lagi. Hahahaha.

At school Connell and Marianne pretend not to know each other. He’s popular and well-adjusted, star of the school soccer team while she is lonely, proud, and intensely private. But when Connell comes to pick his mother up from her housekeeping job at Marianne’s house, a strange and indelible connection grows between the two teenagers - one they are determined to conceal.

A year later, they’re both studying at Trinity College in Dublin. Marianne has found her feet in a new social world while Connell hangs at the sidelines, shy and uncertain. Throughout their years in college, Marianne and Connell circle one another, straying toward other people and possibilities but always magnetically, irresistibly drawn back together. Then, as she veers into self-destruction and he begins to search for meaning elsewhere, each must confront how far they are willing to go to save the other.

Sally Rooney brings her brilliant psychological acuity and perfectly spare prose to a story that explores the subtleties of class, the electricity of first love, and the complex entanglements of family and friendship.

Kira-kira kayak gitu sinopsisnya, menarik ya?

Normal People ini series yang punya 12 Eps, dan semua episodenya sukses ngebawa gw ke alur mereka, nggak secara harfiah sih, tapi secara emosional. 

Di episode-episode awal, gw masih mencoba menduga-duga ke arah mana cerita Marianne dan Connel akan berjalan, karena jujur, sama sekali nggak ada clue kalau mereka akan ada dalam hubungan "Relationship" Tapi, secara emosi penonton, udah keliatan banget kalau mereka ini udah saling lirik-lirikan, lo bayangin, ngeliatin 2 orang yang saling punya rasa ketertarikan, jadi kayak "HIH" gitu aja.

Karena, nggak punya teman di sekolahnya, Marianne ini jadi type orang yang penyendiri, tapi bukan yang murung gitu, justru gw ngeliatnya kayak yang bodoamat sama sekitar dia, keren pokoknya. Bahkan saat dirumahpun, dia lebih sering curhat sama Ibu nya Connel, dan Connel juga sering dateng buat jemput Ibu nya.

Heran nya, Connel tuh apa ya, kayak yang pura-pura nggak kenal gitu sama Marianne di sekolah, dan Marianne? dia tetep bodoamat dan fine-fine aja dengan kondisi yang kayak gitu. Tapi, yang bikin gw emosi adalah, ketika Connel sama Marianne udah mulai "Kissing" dan "Have Sex" gw nggak ngerti, kenapa Connel dan Marianne tetap pada kesepatan yang sama, buat pura-pura nggak saling kenal di sekolah, itu tuh ngingetin gw sama salah satu temen gw malah! Hahahaha

Well, series ini penuh banget sama intimacy, bukan cuma soal emosi, tapi juga soal having sex nya yang melibatkan emosi dimana-mana, jujur gw salut sama kedua aktornya, yang bisa meranin karakter mereka dengan sangat keren dan briliant.

Di awal, gw ngerasain gairah penasaran ketika Marianne baru pertama kali "Kissing" dan dilanjut ketika mereka "Having Sex" sama Connel, dan itu pun juga untuk yang pertama kalinya buat Marianne, dan yang gw salut adalah Connel ini type orang yang tau banget "Consent" dia sempet nanya dulu ke Marianne, apakah Marianne mau melakukan hal itu? (Having Sex) pun kalu jawaban Marianne enggak, dia nggak akan nerusin. gila kayak gw banget nggak sih si Connel ini? HAHAHAHAHAHA

Kedua, gw suka banget scene dimana Ibu nya Connel ini marahin Connel, karena sikap dia. Kenapa Connel bisa jahat banget, buat pura-pura nggak kenal Marianne di sekolah, padahal setiap pulang sekolah Marianne selalu pulang ke rumah Connel, dan tidur bareng dia. Jujur, gw juga kesel sih sama si Connel2 tolol ini, padahal harusnya dia bisa bersikap biasa aja kayak sama temen-temen yang lainnya, tapi kenapa sama Marianne ini enggak ya?


Dan, series ini tuh punya tiga fase, tiga fase yang dilewatin dengan 12 episode. Fase pertama adalah saat SMA, saat dimana Marianne dan Connel mulai dekat, Kedua adalah fase saat mereka sudah kuliah, dimana mereka berada di satu kampus, tapi beda jurusan dan awalnya nggak tau satu sama lain, dan fase ketiga adalah ketima mereka sudah bekerja, dan akhirnya berpisah negara.

Masa-masa struggle mereka adalah masa kuliah, di akhir masa SMA akhirnya Connel sadar, kalau ternyata dia tuh Jatuh Cinta sama Marianne, ini tuh diperkuat dengan scene Connel nangis-nangis dan bermonolog di voice mail nya Marianne, "I Really Love You Z" lagi-lagi gw kesel banget disini, kayak Connel tuh udah nggak punya kesempatan lagi, ya karena dia udah bikin Marianne kecewa, dengan cara nggak ngajak Marianne ke prom night, malah ngajak cewek lain, kan tolol ya.

Waktu kuliah, Connel masih stagnan di tahun-tahun awal, ngikutin arus aja, tapi itu bikin dia nggak berkembang di kampus karena jarang punya ruang untuk mengutarakan pendapat, and then, ketemu lagi sama Marianne di sebuah pesta, disini Marianne udah jadi anak gaul cuy, goks abis bangga gw, Hahahaha!

*gw jadi inget sama diri sendiri yang dulu nolep, tapi sekarang udah mendingan lah, udah banyak temen hehehe*

RELATE SAMA MARIANNE

Kayak yang udah gw bilang di awal, gw bener-bener relate dan ngerti banyak sisi di tokoh Marianne ini. Temen gw bilang, "Marianne ngingetin gw sama lu, cuma versi cowoknya aja" Marianne tuh berusaha banget buat diterima dan ngelakuin hal-hal yang seharusnya nggak dia lakuin. Well kalau kita detailin sih, Marianne justru ngelakuin itu karena dia emang tau apa yang dia mau nggak sih? gw sadar banget, series ini banyak sedihnya ketimbang senengnya. Pertama, soal sama-sama cinta tapi memilih untuk buat jadi temen aja. "Temen Tidur" "Temen Ngobrol" dan segala hal dilakuin bareng dalam definisi "Teman" gw tetap bisa menerima hal itu dikarenakan memang banyak hal gak berujung baik di dunia ini karena dua orang yang memilih untuk terikat as a Relationship.

Well, kayak Marianne yang selalu bermasalah dikeluarga, dia di anggep nggak berguna sama Kakak nya, dan Ibu nya nggak bisa belain dia. Pun juga Connel yang merasa depresi karena sahabatnya meninggal, dan dia nggak bisa ngelakuin apa-apa untuk nolong sahabatnya itu, menurut gw itu adalah faktor-faktor yang menghambat hubungan mereka buat "bareng" sih.

Ternyata series ini lebih dalem dari yang gw kira, sedalem hati manusia yang kita nggak pernah tau dimana dasarnya. Kayak posisi gw sekarang yang ngejudge ex couple gw kebangetan, tapi ya gw sadar, dia jauh ngerasa lebih sakit hati daripada gw.

I FEEL YOU MARIANNE

Ending series ini jujur bikin gw GOOOSEBUMPS, Seolah. Connel dan Marianne dipertemukan hanya untuk saling support satu sama lain, tanpa berakhir dalam hubungan yang romance. Meskipun mereka sama-sama tau tentang perasaan satu sama lain kayak gimana, bahkan ketika mereka punya pasangan, sosok mereka masih menghantui di pasangan masing-masing, inisih jauh lebih sakit dari selingkuh ya menurut gw.

Juga waktu scene dimana Marianne nanya ke Connel "Will you tell me that I belong to you?" dan tololnya Connel malah nanya balik "What do you mean? I dont think that I want that" padahal posisinya mereka lagi "Have Sex" Tapi Connel langsung berdiri dan bilang kalau dia nggak bisa ngomong itu, dan Marianne langsung badmood, ya gimana ya? itu sama aja kayak lu di tolak mentah-mentah nggak sih?

Tapi, balik lagi sih. Hati memang nggak bisa dibohongin, di mulut bilang "Love" tapi di hati entah untuk siapa fikiran itu bermuara. Gw jadi paham, gw nggak perlu memaksa siapapun lagi untuk cinta sama gw, pun juga orang lain. Nggak perlu memaksa gw untuk cinta sama mereka. Pun kalau takdirnya udah harus sama mereka, ya ujung nya pasti ketemu sih.

Pokoknya, Normal People ini akan jadi series ke 2 Fav gw, TENTU SAJA YANG PERTAMA ADALAH 13 REASON WHY. HAHAHAHAHAHA



 

Share:

2 komentar:

  1. Yaelah galll2 u ngapain sih ngelibatin orang yg udah gak mau lagi di kehidupan u. Belum move on ya u. Lagian kan nama u udah jelek banget di cerita dia :v

    BalasHapus